Berharap Pelaku Segera Tertangkap


 
ISAK tangis mengiringi kedatangan jenazah Hj. Siti Khotijah, siang kemarin. Keluarga dan kerabat serta tetangga tak kuat menahan kesedihan. Jenazah tiba di rumah duka Dusun Krajan, Jalan Kenanga, Desa Putat Lor, Gondanglegi, pukul 12.40. 
"Subhanallah... Allahhuakbar," ucap beberapa warga. Keluarga dan kerabat, langsung berebut mendekat untuk melihat terakhir kali wajah korban sebelum dimakamkan. Jenazah Siti datang dengan diangkut mobil ambulance langsung dibawa ke musala Al Falah, yang ada di depan rumah korban untuk disalati. 
Keluarga dan warga sekitar berharap, supaya polisi bisa secepatnya mengungkap kasus pembunuhan sadis tersebut.  Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh Malang Post dari saksi warga dan petugas, bahwa kali pertama yang dihabisi adalah Siti. 
Pelaku mengekesekusi wanita  berusia 90 tahun tersebut, saat berada dalam kamar utama yang ada di sebelah timur.  Kemudian usai melumpuhkan Siti, pelaku menyerah Winarsih yang ada di ruang. Saat itu, Winarsih kemungkinan sedang menunggui Rohmadiah, anaknya yang belajar. 
Winarsih dipukul dengan benda tumpul beberapa kali pada bagian kepala. Sementara, melihat ibunya dipukul oleh pelaku, Rohmadiah yang ketakutan langsung lari ke kamar belakang.
Pelaku pun yang tidak ingin aksinya terbongkar, lantas mengejar gadis berusia 14 tahun tersebut. Dengan menggunakan sebuah toples kaca, pelaku memukul kepala Rohmadiyah. 
“Posisi Roh ini ditemukan di kamar belakang. Kemungkinan dia lari bersembunyi saat mengetahui ibunya dipukul. Roh, kemungkinan dipukul dengan toples, karena ada pecahan kaca toples di sekitar tubuhnya," ungkap dia. .(agp/mar)

Berita Lainnya :

loading...