Bandar Sabu Wagir Didor


MALANG - BNN Kabupaten Malang kembali berhasil membongkar peredaran narkotika yang kian marak di wilayah Kabupaten Malang. Minggu (6/8) 2017 sekitar pukul 14.00, petugas berhasil menangkap seorang bandar narkoba berinisial S.A (38) warga Jl. Selorejo Kota Malang yang mengontrak sebuah rumah sekaligus tempat usaha di wilayah Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Tidak ada ampun, karena melawan petugas sang bandar ini pun ditembak kakinya.
Tersangka yang telah diincar sejak lama oleh BBN Kabupaten Malang, telah terbuki membawa narkotika jenis sabu seberat 273,23 gram dan ganja seberat 97,67 gram. Barang bukti itu ditemukan di tiga tempat berbeda. “Saat penggerebekan tersangka sempat berusaha melarikan diri dan tidak mengindahkan peringatan petugas. Sehingga petugas terpaksa melakukan penembakan dan mengenai betis kaki kiri tersangka,” ujar Kepala BNN Kabupaten Malang AKBP I Made Arjana, SH, MH kepada Malang Post kemarin.
Ia menjelaskan, saat penangkapan, tersangka terbukti membawa narkotika. Di saku celana ditemukan 2 poket masing sabu 0,77 gram dan ganja 0,89 gram. Dari bukti awal itu kemudian dilakukan pengembangan dan ditindak lanjuti dengan menggeledah sebuah rumah di Kecamatan Pakisaji. “Di rumah tersebut didapat satu dos narkotika jenis sabu dengan berat bruto masing-masing 65,69 gram dan 100,98 gram,” terangnya.
Dari Pakisaji, petugas kemudian melakukan penggeledahan di  Kecamatan Wagir. Di rumah kontrakan tersangka ini didapati 2 poket narkotika jenis sabu seberat 0,68 gram dan 0,54 gram. Selain dua poket sabu, pihaknya berhasil mengamankan beberapa barang bukti berupa satu alat hisap, tiga sedotan dan dua korek api.
Sedangkan saat dilakukan penggeledahan di Kecamatan Lowokmaru Kota Malang, didapat kembali satu dos narkotika jenis sabu-sabu dan ganja. Berat masing-masing, sabu 2,77 gram dan ganja tiga poket masing-masing seberat 81,90 gram, 8,54 gram dan 7,23 gram.
Selain barang bukti narkotika yang telah diamankan oleh BNN Kabupaten Malang, pihaknya juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat hitam, empat buah ponsel, buku rekening BCA atas nama SA, uang tunai sebesar Rp 43,5 juta, satu alat bong, tujuh bendel clip plastik, tujuh bendel paper, satu timbangan digital, dan lima sedotan.
Tersangka mengedarkan barang haram tersebut di wilayah Malang Raya. Diungkapkan Made, S.A merupakan salah satu bendar besar. Pasalnya dalam setiap melakukan transaksi sabu sekitar tiga ons.  “Dengan tertangkapnya pelaku dan jumlah barang bukti yang disita, 2400 nyawa terselamatkan. Saat ini anggota BNN Kabupaten Malang sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan mengejar jaringan di atasnya,” pungkasnya.(mg20/lim)

Berita Lainnya :