PSK Ngajum Lari Terbirit-birit

 
MALANG – Lima PSK terlihat lari terbirit-birit ketika mengetahui kedatangan polisi, siang kemarin. Mereka menuju ke area sawah di belakang lokalisasi terselubung, yang ada di Desa Kesamben, Ngajum. Para pekerja seks komersial ini, sembunyi karena takut terjaring operasi.
Dari lima PSK, tiga diantaranya berhasil tercakup. Mereka ditangkap ketika sedang bersembunyi di semak-semak sawah. Sedangkan dua PSK lainnya, berhasil lolos dengan menyeberangi sungai sedalam dada orang dewasa.
“Tadi ada lima orang yang terlihat lari. Namun yang dua orang berhasil lolos, dengan menyeberangi sungai. Sedangkan tiga PSK yang tertangkap, mereka bersembunyi di semak-semak,” ungkap seorang petugas Sabhara, yang menangkapnya.
Mereka yang terjaring operasi ini, langsung digelandang ke Mapolres Malang. Selain mereka, juga ada seorang pria hidung belang yang ikut diamankan. Termasuk seorang pemilik rumah yang menyediakan lokasi untuk berbuat mesum.
“Kelima orang yang kami amankan ini, akan didata dan diberikan pembinaan. Selanjutnya mereka akan kami sanksi dengan tindak pidana ringan,” ujar Kasat Sabhara Polres Malang, AKP M Lutfi.
Menurutnya, operasi lokalisasi terselubung ini berdasarkan perintah langsung dari Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung. Sasarannya, selain PSK juga pria hidung belang dan minuman keras. 
Kegiatan ini, selain untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif jelang Pilgub Jatim dan bulan Ramadan.
“Operasi Pekat ini akan terus kami lakukan setiap hari. Hanya untuk lokasi sasaran dan waktunya, tidak bisa ditentukan,” katanya.
Sementara, operasi kemarin menyasar ke satu lokasi di Desa Kesamben, Ngajum. Di tempat ini, ada tiga lokasi yang kemarin digeledah. Dua diantaranya adalah tempat lokalisasi dengan kedok warung makan dan rumah keluarga. 
Sedangkan satu lagi adalah bangunan rumah kosong yang terlihat terbengkalai dan tidak dirawat. Tetapi di dalam bangunan kosong itu, terdapat beberapa kamar dengan ukuran 2 x 3 meter. Di kamar inilah, biasanya pada PSK tersebut mangkal untuk menunggu pria hidung belang. Padahal melihat kondisinya, sangat kumuh dan pengap.
“Di daerah sini dulunya memang dikenal sebagai lokalisasi. Namun sudah puluhan tahun tutup. Kemudian sekarang ini, mulai digunakan lagi sebagai lokalisasi terselubung,” terang Slamet, warga sekitar.
Biasanya para PSK ini, mangkal mulai pagi hingga menjelang petang. Mereka ini berasal dari beberapa daerah di luar Ngajum.
“Kalau malam justru sepi. Malah pria hidung belang, biasanya datang pada siang hari,” urai warga.
Sementara, dari tiga orang PSK yang diamankan tersebut, semuanya sudah berusia lanjut. Satu PSK yang diketahui berasal dari Jalan Gadang, Malang, berusia 56 tahun. PSK yang berasal dari Kecamatan Lawang berusia 42 tahun. Dan PSK yang berasal dari Kecamatan Wagir, berusia 52 tahun.
“Kami terpaksa menjalani pekerjaan ini karena terpaksa, untuk membayar sekolah anak. Setiap kali ada tamu, tarifnya Rp 100.000. Saya hanya dapat Rp 65.000 sedangkan Rp 35.000 untuk biaya sewa kamar pada pemilik rumah,” tutur salah satu PSK yang terjaring operasi. (agp/jon/mar) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :