Mahasiswa UB Tewas di Kos


MALANG – Indra penciuman warga di sekitar Jalan Kerto Raharjo Ketawanggede, terganggu dengan bau tak sedap sejak hari Senin pagi lalu. Namun, bau menyengat yang dikira bangkai kucing, ternyata berasal dari mayat Lukman Arifin, 23 tahun, mahasiswa Sosiologi FISIP Universitas Brawijaya.
Lukman ditemukan dalam keadaan meninggal sudah membusuk, di dalam kamar kos Jalan Kerto Raharjo 11 RT 02 RW 04, Senin malam (7/8/17). Saat kamarnya dibuka, bau busuk menyeruak keluar dan menimbulkan rasa mual. Ketika petugas evakuasi dan polisi masuk, warga Cimahi Selatan, Ciamis ini terlihat telentang di atas kasur kos-kosannya.
Bentuk mayatnya sudah menggelembung. Warna kulitnya menghitam dengan cairan berwarna kuning kecokelatan di area sekitar punggung dan pahanya. Wajahnya tertutupi plastik. Sebuah selang juga tertancap di plastik yang membungkus wajah mahasiswa semester akhir yang kabarnya sedang menyusun skripsi itu.
Selang ini tersalur langsung ke sebuah tabung berwarna biru muda kehijauan. Tabung yang mirip dengan tabung gas freon itu, ditemukan di samping mayat korban. Sucahyono, pemilik kos, menjadi saksi mata yang membuka kamar bersama dengan putranya bernama Febri. Penemuan mayat Lukman, diawali dari telepon penghuni kamar kos sebelah korban. Dia mengeluhkan bau busuk yang muncul di rumah tersebut. “Awalnya, anak saya mengira itu hanya bangkai tikus,” ujarnya.
Setelah menerima laporan bau busuk pukul 14.30 WIB, Sucahyono dan Febri menghampiri rumah. Mereka melakukan pemeriksaan rumah, dari atas hingga bawah. Tapi, keduanya tak menemukan ada satupun bangkai tikus. Akhirnya, mereka mengikuti bau hingga ke kamar korban. Mereka melihat lampu kamar tidak menyala, tapi ada sandal Lukman di luar. Setelah digedor, tak ada jawaban dari dalam kamar. Saat mencoba membuka pintu, bau busuk menyeruak makin tajam dari dalam kamar.
Saat itulah, Sucahyono menyalakan senter, lalu menyorot dalam kamar gelap itu. Betapa kagetnya dia melihat bagian tubuh yang sudah berwarna hitam dan berbau busuk. Mendengar temuan tersebut, warga sekitar pun langsung datang bersama RT dan kepolisian. Setelah pintu terbuka, bau busuk ini bahkan menguar hingga keluar gang.
Hal ini dibenarkan oleh saksi mata yang lain, Arif Sujak. Sejak Senin pagi, dia sudah mencium bau busuk di sekitar rumah kos yang terdiri dari tiga kamar tersebut. Ketua RT 02 RW 04, Muhammad Sueb menyebut Lukman kali terakhir terlihat pada Sabtu siang. “Dia masih ketemu dengan temannya Sabtu siang. Tapi memang jarang komunikasi dengan warga sekitar,” terang Sueb kepada wartawan.
Akhirnya, sekitar pukul 21.00 WIB, mayat korban dievakuasi ke RSSA Malang untuk dilakukan visum dan otopsi. Sampai saat ini, Unit Inafis Polres Makota masih menunggu hasil otopsi yang kabarnya juga melibatkan tim ahli forensik Polda Jatim. Kapolres Makota, AKBP Hasibuan membenarkan hal tersebut.
“Kami masih menunggu hasil otopsi,” ujar Hoirudin kepada wartawan di mako Polres Makota, kemarin. Sementara itu, pihak Unit Inafis Polres Makota, menyebut bahwa penyebab kematian korban masih misterius. Kanit Inafis Polres Makota, Ipda Subandi menegaskan kepada Malang Post bahwa apa yang terjadi pada korban tidak seperti orang yang sedang bunuh diri.
“Itu bukan cara bunuh diri,” kata Subandi dikonfirmasi sore kemarin. Ungkapan Subandi, merujuk pada kondisi mayat korban saat ditemukan. Kepala yang dibungkus plastik lalu dipasangi selang yang disalurkan ke tabung freon, bukanlah cara yang lumrah atau wajar ditemukan dari korban bunuh diri.
Sehingga, Inafis belum mengategorikan kondisi Lukman sebagai upaya bunuh diri. Subandi menyebut, pihaknya masih menunggu hasil otopsi untuk menentukan apa sebenarnya penyebab kematian Lukman. Dia mengatakan, hasil otopsi biasanya keluar tiga hari setelah diajukan.
“Belum tahu penyebab kematian apa, dugaan bunuh diri juga belum bisa dipastikan karena itu bukan teknik bunuh diri. Tunggu hasil pemeriksaan forensik Polda Jatim, serta hasil otopsi tiga hari kemudian. Nanti pak Kapolres yang akan melakukan rilis,” sambung Subandi.(fin/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...