Suami Menganggur dan Gemar Memukul

 
Kejantanan seorang pria ditentukan oleh seberapa bertanggungjawab dia terhadap menghidupi keluarga, yaitu istri dan anaknya. Hanya saja, Ronald, 48, mungkin sudah terlalu lama dimanjakan oleh orangtuanya. Sehingga, saat menikahi Amel, 41, Ronald dengan tenangnya mengandalkan kiriman dari orangtuanya.
Hal ini tentu saja membuat Amel kecewa berat terhadap Ronald. Pasalnya, pada tahun 1999, Amel mau dinikahi karena Ronald bekerja di salah satu bank pemerintah. Namun, tak lama setelah keduanya menikah, Ronald keluar dari pekerjaannya. Sejak saat itu pula, Ronald tak memiliki pekerjaan tetap.
Pertengkaran pun tak terhindarkan. Amel bekerja serabutan, mencari uang untuk menjaga dapurnya tetap mengepul. Bahkan, demi kehidupan keluarganya, Amel menjual perkakas rumah tangganya. Hanya saja, Ronald tidak peduli. Dia bahkan dengan santainya makan, tidur dan menonton televisi layaknya tuan muda yang tak memiliki beban hidup.
Kemalasan dan kecilnya kejantanan Ronald membuat Amel muntab. Dua anak yang membutuhkan biaya sekolah dan makan, tak dipikirkan oleh Ronald yang mengandalkan kiriman dari orangtuanya. Kondisi rumah tangga Ronald memburuk saat orangtuanya meninggal. Amel semakin uring-uringan dengan ulah Ronald yang pengangguran.
Ronald yang sejak awal sudah dicap sebagai pria tak bertanggungjawab, semakin menunjukkan kelemahannya sebagai pria. Yakni, memukul wanita yang tak lain adalah istrinya. Setelah pertengkaran hebat ini, Ronald pun minggat ke Bali dan tak kembali lagi. Amel pun terpaksa hidup sendiri, menanggung beban dua anak untuk tetap bertahan hidup di kehidupan kota yang keras.
Amel juga mengajukan cerai di Pengadilan Negeri Malang setelah Ronald tak lagi pernah memberi kabar. Permintaan cerai ini dikabulkan oleh hakim ketua majelis Dina Pelita Asmara SH MH.“Menyatakan gugatan penggugat dikabulkan secara verstek. Menyatakan perkawinan penggugat dengan tergugat, putus karena perceraian dengan segala akibat hukumnya,” tutup hakim.(fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :