Dikeroyok 20 Orang, Lapor Polisi


 
MALANG – Peristiwa pengeroyokan terjadi di area perumahan PTP II Jalan Sukarno Hatta Kecamatan Lowokwaru Malang. Awal April 2018 lalu, seorang mahasiswa yang baru saja pulang dari kafe, digebuki oleh sekitar 20 orang pria tak dikenal. Sekujur tubuhnya penuh luka saat melaporkan peristiwa pengeroyokan itu kepada Polres Makota.
Dari keterangan yang dihimpun, korban Aulia Anwar 23 tahun warga Barurambat Pamekasan bersama empat orang temannya, pulang dari klub malam di kawasan Dieng. Sekitar pukul 03.45 WIB, mobil yang mereka kendarai, berhenti di Perum PTP II untuk mengantarkan salah satu penumpang mobil ke kos-kosan.
Hanya saja, sesampainya di depan pintu depan perumahan itu, mobil tersebut dilarang masuk oleh satpam setempat. Karena, menurut pengakuan korban, satpam menyebut suara knalpot mobil tersebut terlalu keras dan mengganggu ketenangan perumahan. Akhirnya, korban turun dari mobil lalu mengantarkan temannya untuk berjalan kaki ke rumah kos tersebut.
Tiba-tiba, ada sekelompok orang yang berada di sekitar gerbang perumahan, mendatangi korban. Kelompok orang dengan jumlah kurang lebih 20 orang itu langsung memukuli dan menendang korban secara bersama-sama. Tanpa bisa melawan, korban Anwar hanya bisa terguling dan melindungi diri sekenanya.
Hanya saja, pukulan dari para pelaku pengeroyokan, membuat korban mengalami luka di beberapa bagian. Yakni, luka robek pada pipi kanan, kepala belakang, dahi memar, jari kanan dan kiri mengalami lecet, perut pun terasa sakit akibat ditendang oleh para pelaku pengeroyokan itu.
Bahkan, korban Anwar mengetahui beberapa pelaku membawa beberapa bilah celurit dan paving yang akan dipakai untuk melanjutkan pengeroyokan. Tapi, satpam perumahan melerai pengeroyokan tersebut.
Satpam perumahan juga mengamankan senjata tajam tersebut. Korban Anwar yang babak belur, tidak terima dengan perlakuan 20 orang tak dikenal itu. Akhirnya, penghuni rumah di kawasan Perum Mutiara Jingga Lowokwaru ini melaporkan pengeroyokan tersebut kepada Polres Makota.
“Kasusnya memang ada, laporan yang sudah masuk sedang didalami dengan penyelidikan,” tutup Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni. (fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :