Maling Motor Dimassa di Cemorokandang

 
MALANG - Empat maling motor menyatroni kawasan Jalan Simpang Untung Sudiro RT06 RW04, Cemorokandang, Kedungkandang, Sabtu (21/4) dini hari. Mereka mengangkut sepeda motor Honda Beat, N 3412 AAZ milik warga. 
Komplotan maling ini beraksi sekitar pukul 02.30.  Aksi mereka ketahuan penghuni rumah Dwi Angga, 20, yang melakukan pengejaran dan adu pukul dengan salah satu pelaku.
“Pagi itu, saya dengar ada suara gerbang terbuka,” katanya. 
“Saya pikir teman-teman, saya biarkan karena biasanya seperti itu. Saya sedang nonton televisi. Tapi kok suara berisiknya tidak berhenti. Saya lalu keluar rumah dan melihat motor kakak saya sudah hilang,” tambahnya kepada Malang Post. 
Dia lalu keluar rumah dan melihat ada empat orang mengambil sepeda motor kakaknya. Angga langsung berteriak maling sambil mengejar pelaku. Kendaraan tersebut dijatuhkan oleh komplotan curanmor ini. Tiga pelaku langsung melarikan diri. 
Sedangkan seorang pelaku, yakni Rohim, 26, warga Pasrepan, Pasuruan, apes. Dia dipukul oleh Angga hingga tersungkur. Setelah terbangun, Rohim dan Angga adu pukul. Namun, karena Angga berkelahi sambil berteriak maling, warga langsung berdatangan.
“Dia langsung dikeroyok warga. Saya sendiri sampai mengalami luka lecet di kaki,” terang Angga. 
Tanpa ampun, warga menggebuk pelaku. Setelah digebuki, pelaku juga ditelanjangi oleh warga. Saat diinterogasi massa, Rohim memberi keterangan yang berubah-ubah. Kepada warga, Rohim menyebut baru satu kali melakukan pencurian. Namun karena tidak mengaku, warga emosi dan menghadiahinya dengan bogem mentah berkali-kali.
“Dia mengaku baru sekali, tapi saat pak polisi datang, omongannya berubah lagi,” terang dia. 
Kepada polisi, Rohim mengaku sudah tujuh kali melakukan pencurian. Rohim pun berdarah-darah saat Polsek Kedungkandang datang dan menyelamatkannya dari amuk warga. Dia langsung dibawa ke Polsekta Kedungkandang untuk penyidikan lebih lanjut. 
Rohim kembali berbelit-belit saat ditanyai petugas di kantor polisi. Tak heran, penyidik langsung menghubungi Polres Pasuruan dan mendapatkan data bahwa Rohim adalah residivis kawakan. Dia pernah terlibat dalam kejahatan perampasan truk. 
Selain itu, diduga kuat Rohim dan komplotannya adalah penyebar teror curanmor di kawasan Kedungkandang selama beberapa hari terakhir. Selain mencuri di Cemorokandang, komplotan ini diduga sudah beraksi di tempat lain.
Polisi juga masih melakukan penyidikan secara intensif kepada Rohim, terkait pencurian dua motor di sebuah rumah kos Jalan Raya Ranugrati Malang, sehari sebelumnya.
“Saat ini masih dirawat di RSSA Malang karena lukanya. Setelah itu, kami periksa,” kata Kapolsekta Kedungkandang, Kompol Suko Wahyudi. (fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...