Penanam Ganja Tergolong Bandar


MALANG POST - PENANAM ganja sudah masuk dalam katagori bandar. Tak terkecuali, empat pelaku yang digelandang anggota Satreskoba Polres Makota dari Jalan Jaya Srani IX Blok 7G No 30, Desa Sekarpuro, Pakis. Hal ini ditegaskan  KBO Satreskoba Polres Makota, Ipda Bambang Heryanta.
Menurutnya, para tersangka telah memenuhi unsur sebagai bandar narkotika. “Mereka sudah masuk unsur bandar, karena mereka penanam serta pemasok ganja. Tak sekadar mengedarkan. Apalagi dengan jumlah barang bukti lebih dari 36 batang,” tuturnya kepada Malang Post.
Menurut dia, para pelaku disangkakan tanpa hak menanam narkotika golongan 1 yang diatur dalam UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dalam undang-undang, bagi yang kedapatan menanam ganja lebih dari lima batang pohon, terancam hukuman minimal 5 tahun, maksimal 20 tahun dan bahkan seumur hidup.
“Mereka juga sudah memproses sebagian tanaman ganja. Ada yang sudah dimasukkan di dalam plastik-plastik, ada pula yang sudah dalam proses pengeringan,” tutupnya. Di bagian lain, banyak warga sekitar yang kaget dengan penggerebekan tersebut. Tidak ada warga yang menyangka dengan peristiwa itu.
“Saya pikir ada apa kok banyak polisi datang ke rumah itu,” ucap Sri, salah satu warga. Dia mengaku, rumah itu tidak terlihat mencurigakan dari luar. Apalagi, kediamanannya ada di tengah perkampungan. “Dulu di rumah itu, ada yang jualan jamur putih ke warga di sini. Katanya habis panen,” tambahnya.
Sementara itu, Jumadi, satpam di lokasi perumahan itu mengaku tidak pernah tahu bila para penghuninya melakukan aktifitas yang mencurigakan. “Aktifitasnya biasa saja. Tapi memang, mereka biasanya pulang ke rumah milik pak Saiful (TKP, red) ini sekitar pukul 01.00,” ucapnya. (fin/mar)

Berita Lainnya :