Terdeteksi Edar Hingga Bandung


MALANG POST - PARA tersangka penanam ganja, masih memberikan keterangan berbelit-belit kepada penyidik Satreskoba Polres Makota. Mereka tetap mengaku baru empat bulan ini menanam ganja dan menjualnya di areal kota Malang. “Saya tidak berani jualan keluar. Kirimnya pakai apa? Saya cuma jualan di Malang,” ungkap Haki, salah satu tersangka.
Pemuda berusia 25  tahun ini menjelaskan, bahwa tanaman ganja yang tumbuh subur di tanah belakang rumah, diperlakukan seperti tanaman biasa. “Saat beli ganja dari orang lain, ada sisa-sisa butiran bibit. Itu yang saya kumpulkan lalu saya tabur di tanah. Kemudian, tanahnya saya siram dan saya beri pupuk,” sambung dia.
Setelah tanaman tumbuh subur, mereka memanen daun ganja di bagian atas. Karena itu pula, pada beberapa tanaman, terlihat ada potongan yang diduga merupakan ganja yang sudah dipanen. Setelah dipanen, daun ganja tersebut dijemur dan dikeringkan. Setelah dikeringkan, ganja lalu ditaruh di dalam plastik.
Namun, polisi mendapatkan data, jaringan ini sudah pernah menjual ganja yang dipanen ke Kota Bandung. Kota itu, menjadi sebagai salah satu tujuan favorit pengiriman ganja produksi Jalan Jaya Srani IX Blok 7G No 30, Desa Sekarpuro, Pakis. Dari berjualan ini, mereka tergiur ingin bergaya hidup mewah.
Ini terlihat dari barang bukti lain yang disita yakni sebuah kaleng tabungan yang bertuliskan uang untuk membeli Harley Davidson Sportster. Sementara Dimas, tersangka lain mengatakan, ketiga orang yang ikut ditangkap adalah teman-teman lamanya. “Setelah bertahun-tahun tidak ketemu, kita kontak lagi,” ucapnya.
Setelah bertemu, Dimas mengaku ditawari oleh teman-temannya untuk berbisnis ganja. Dimas yang kesehariannya adalah pekerja travel, mengaku tergiur dengan tawaran tersebut dan bergabung dalam jaringan bisnis tersebut. Dimas sendiri mengaku baru sekali menjual ganja ke orang-orang yang dikenalnya. (fin/mar)

Berita Lainnya :