Polres Makota Gerebek Kebun Ganja


MALANG – Hanya satu kata. Hebat! Kinerja anggota Satreskoba Polres Malang Kota (Makota) juga patut diacungi jempol. Dini hari kemarin, mereka menggerebek kebun ganja di Jalan Jaya Srani IX Blok 7G No 30, Desa Sekarpuro, Pakis. Lebih dari 36 pohon ganja ditanam di halaman belakang rumah.
Dalam satu gebrakan pula, anak buah Kasatreskoba, AKP Syamsul Hidayat ini juga berhasil menangkap empat pelakunya. Yakni, Adip, 23, warga Jalan Aluminium Malang, Haki, 25, warga Jalan Merjosari Malang, Dio, 21, warga Jalan Dewandaru Malang dan Dimas, 27, warga Jalan Bantaran Malang.
“Kita masih menyidik para tersangka ini karena akan kami kembangkan jaringannya,” tegas Syamsul yang memimpin operasi penangkapan subuh tersebut. Kepada Malang Post, ia menjelaskan bila, terkuaknya kebun ganja ini, berawal dari penangkapan satu dari empat tersangka tersebut.
“Dari pengakuannya itu, kami mendapat keterangan bila ganja yang dijual itu, diambil dari kebun ganja di TKP,” papar mantan Kasatreskoba Polres Malang ini. Tak mau kecolongan, anggota buru sergapnya dikumpulkan dan melakukan penggerebekan di TKP, saat tersangka lainnya asyik tidur.
“Ternyata benar, di sepetak lahan bagian belakang rumah, sudah ada puluhan tanaman yang siap panen. Tinggi pohon sudah lebih dari satu meter. Bahkan, ada juga yang sudah hendak dikeringkan dan dijual,” tegasnya didampingi KBO Satreskoba Polres Makota, Ipda Bambang Heryanta.
Dari hasil pemeriksaan sementara, keempat tersangka mengaku baru empat bulan ini menanam ganja. Tapi pihaknya tidak percaya begitu saja. Syamsul beralasan, puluhan tanaman ganja ini sudah ada yang pernah dipotong. “Ini tandanya sudah dipanen dan masa tanamnya lebih dari empat bulan,” ungkapnya.
Pantauan Malang Post, pohon ganja yang dicabut oleh anggota Satreskoba Polres Makota dari kebun belakang rumah pelaku sangat subur. Walaupun hanya berada di sepetak tanah, kondisi tanaman ganja ini terlihat sehat. Beberapa tanaman ganja ditempatkan di dalam pot. Beberapa tanaman lain ditanam secara hidroponik.
Selain itu, tampak ada bekas pupuk di dasar batang pohon ganja yang ikut disita. “Pengakuan awal, dapat ganja dari bibit remahan sisa beli dari orang lain. Setelah itu mereka menaburkannya di dalam tanah dan disiram serta dipupuk. Masih kami dalami siapa yang menyuplai bibit ganja tersebut,” tutupnya. (fin/mar)

Berita Lainnya :

loading...