Gelapkan Uang Tanah, Dilaporkan Polisi

 
MALANG – Maksud hati ingin membeli tanah untuk investasi, seorang wiraswasta asal Jayapura malah kena tipu Rp 60 juta. Akibatnya, dia melaporkan peristiwa ini kepada Polres Malang Kota. Laporan tersebut dilayangkan pada April 2018 lalu. Dari keterangan yang dihimpun, seorang wiraswasta, Agus P, 47 tahun, warga Abepura, Jayapura, hendak membeli tanah dan bangunan di kawasan Jalan Vinolia Jatimulyo.
Pada Maret 2017, dia bertemu dengan wanita pemilik lahan dan bangunan yang kini menjadi terlapor bernama Sri H., alias Yani 45 tahun, warga Kelurahan Dinoyo, Lowokwaru. Setelah sepakat untuk membeli sebuah tanah dan bangunan di kawasan Jatimulyo tersebut, korban dan terlapor akhirnya bertemu di sebuah rumah di daerah belakang GOR Ken Arok Kedungkandang.
Dalam pertemuan di rumah tersebut, korban menyerahkan uang sebesar Rp 60 juta dari harga Rp 460 juta untuk kesepakatan membeli tanah dan bangunan milik terlapor. Dalam waktu sebulan, terlapor akan merampungkan transaksi, dengan membawa surat-surat kelengkapan hak milik tanah, serta kepentingan administrasi lainnya.
Akhirnya, pada April 2017, korban yang mengontrak rumah di kawasan Bedali Lawang menemui terlapor untuk merampungkan pembelian tanah dan bangunan. Hanya saja, gelagat mencurigakan mulai ditunjukkan oleh terlapor. Menurut keterangan korban kepada polisi, pelaku menunda-nunda penyelesaian transaksi penjualan.
Upaya penundaan dari pelaku, membuat korban curiga. Dia menerima informasi bahwa surat hak milik dari tanah dan bangunan itu masih bersekolah alias digadaikan. Korban melakukan pengecekan, dan benar saja surat tanah dan rumah digadaikan kepada seseorang yang tidak ada hubungannya dengan transaksi jual beli ini.
Korban langsung melabrak terlapor. Saat dilabrak, pelaku terlapor mengakui bahwa dia tidak bisa menyelesaikan transaksi penjualan rumah dan tanah. Dia  pun berjanji kepada korban bahwa uang panjar sebesar Rp 60 juta bakal dikembalikan. Namun, waktu terus berjalan, uang panjar tak kunjung kembali.
Selama hampir satu tahun, terlapor hanya mengobral janji-janji untuk pelunasan tanpa ada realisasi pembayaran uang panjar itu. Tak terima dengan ulah terlapor, korban akhirnya melapor kepada Polres Malang Kota. Dikonfirmasi kemarin, Kasubbag Humas Polres Makota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni membenarkan adanya laporan masuk terkait penipuan penggelapan ini. “Saat ini masih dalam lidik,” tutur Marhaeni.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...