Kejar Penyuplai Bibit Ganja

 
MALANG – Satresnarkoba Polres Malang Kota masih mendalami keterangan dari empat tersangka penanam ganja. Dalam ruang pemeriksaan, keempat tersangka mengaku rumah di Jalan Jaya Srani IX Sekarpuro Pakis, adalah milik sanak famili salah satu tersangka. Mereka hanya diminta untuk tinggal menumpang di dalam rumah itu.
Yakni, Adip 23 tahun warga Jalan Alumunium, Kelurahan Purwantoro, Haki 25 tahun warga Jalan Merjosari, Tlogomas, Dio 21 tahun warga Jalan Dewandaru, Kelurahan Jatimulyo dan Dimas 27 tahun warga Jalan Taman Siswa, Kelurahan Purwantoro. Disinyalir, Dio merupakan keponakan dari pemilik rumah.
“Mereka hanya disuruh menempati oleh pemilik rumah. Salah satu tersangka adalah keponakan dari pemilik rumah. Keterangan awal, pemilik rumah tidak tahu rumahnya dijadikan kebun ganja,” kata KBO Satresnarkoba Polres Makota, Ipda Bambang Heryanta kepada wartawan di Mapolres Makota, siang kemarin.
Dia menjelaskan, polisi melakukan penggerebekan rumah di Jalan Jaya Srani setelah menangkap empat tersangka. Keempat tersangka ditangkap di rumahnya masing-masing, sebelum digelandang ke Jalan Jaya Srani. Setelah dibekuk, mereka dibawa ke rumah tempat penanaman kebun ganja.
“Ketika penggerebekan, rumah dalam keadaan kosong,” ungkap Bambang. 
Penangkapan diawali dari Dimas, lalu Adip, Haki dan diakhiri dengan Dio. Menurut Bambang, sampai saat ini polisi masih mendalami keterangan dari para tersangka. Karena, penyidik masih melacak keberadaan penyuplai bibit ganja kepada empat tersangka.
“Pemeriksaan masih terus berjalan,” sambungnya.
Keterangan dari tersangka tentang penggunaan bibit kering ganja yang dibeli dari orang lain, tidak bisa dipercaya begitu saja, kata Bambang. Pasalnya, jumlah tanaman ganja yang mencapai 36 batang pohon, tidak mungkin hanya berasal dari bibit kering ganja sisa-sisa pembelian dari pengedar lain.
Terkait pasal, pihak kepolisian masih menyusun laporan dari fakta penggerebekan, serta pemeriksaan para tersangka.
“Untuk pasal masih dicari dari hasil penggerebekan, serta keterangan tersangka. Namun yang jelas mereka melanggar UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” tutup Bambang.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...