Pembunuh Bu Haji Masih Berkeliaran

 
MALANG - Hingga hari kelima kemarin, pelaku perampokan disertai pembunuhan terhadap Hj. Siti Khotijah, 80, warga Dusun Krajan, Jalan Kenanga, Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, masih belum terungkap. Bahkan pelaku masih bebas berkeliaran. Polisi sepertinya kesulitan melacak keberadaan pelaku yang sudah kabur keluar kota. 
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda, mengaku bahwa pihaknya masih terus berupaya untuk menangkap pelaku. Tim khusus yang dibentuk, sedang mengembangkan hasil penyelidikan untuk secepat mungkin menangkap pelakunya. 
"Kami masih berusaha maksimal untuk menangkapnya. Yang pasti sudah mengerucut pada seseorang yang kami curigai. Tetapi pelaku masih kabur dengan terus berpindah tempat," ungkap Adrian Wimbarda. 
Wakapolres Malang, Kompol Decky Hermansyah, dikonfirmasi juga mengatakan bahwa Satreskrim Polres Malang sedang berupaya untuk mengungkap pelakunya. Ada empat tim yang dibentuk untuk memburu pelakunya. Empat tim ini tersebar dibeberapa titik untuk melacak keberadaan pelaku. 
"Identitas pelaku sudah ada, sekarang anggota masih bekerja untuk memburu pelaku," ujar Decky Hermansyah. 
Disinggung untuk barang bukti atau alat yang digunakan mengeksekusi korban, dinkuinya sudah didapatkan. Semua barang bukti sudah lengkap, tinggal memburu pelaku yang kini masih kabur usai beraksi. 
"Alatnya sudah kami dapatkan. Yakni sebuah asbak dan toples kaca. Barang bukti sudah lengkap," tegas mantan Kasatreskrim Polres Malang ini.
Seperti diketahui Rabu (18/4) malam lalu, warga sekitar Dusun Krajan, Jalan Kenanga, Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, dibuat gempar dengan aksi perampokan disertai pembunuhan. Hj. Siti Khotijah, 80 tahun, yang diketahui sebagai orang kaya di desanya, dianiaya oleh pelaku hingga tak bernyawa. 
Korban dipukul dengan menggunakan benda tumpul di bagian kepala, yang mengakibatkan nyawanya melayang. Usai dihabisi, tiga buah cincin dan gelang emas milik korban seberat 50 gram disikat oleh pelaku. 
Selain Hj. Siti Khotijah, pembantunya Winarsih, 50, dan Rohmadiah, 14, anak Winarsih juga mengalami luka parah di kepala. Keduanya ikut dipukuli oleh pelaku yang diketahui beraksi seorang diri. Bahkan keduanya sempat kritis dan tak sadarkan diri akibat luka serius dikepalanya. (agp/jon)

Berita Lainnya :

loading...