Curi Uang Amal Pakai Lidi dan Getah Nangka


MALANG – Aksi Santo Yulianto, 37, warga Dusun Pohkopek, Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu terbilang licik. Dengan menggunakan dua batang lidi dan getah nangka, Santo memancing uang dari kotak amal masjid Baitul Muttaqin di Desa Kepuharjo, Karangploso. Uang yang didapatkannya pun mencapai Rp 440 ribu.
Aksinya ini, tentu saja ketahuan oleh takmir masjid yang memperhatikan CCTV saat jam salat Dhuhur. Pj Wakapolsek Karangploso, Iptu Slamet Subagyo mengatakan, penangkapan terhadap pelaku berawal dari laporan takmir.  Sabtu lalu kita menerima laporan takmir masjid, bahwa ada pencuri uang kotak amal,” jelas Slamet
Berdasarkan laporan ini, polisi langsung meluncur ke lokasi, serta menangkap Santo yang sudah menjadi bulan-bulanan amukan warga. Aksi Santo mencuri uang dari kotak amal dianggap sudah kelewatan. Sehingga, agar nyawanya terselamatkan, Santo diamankan ke Mapolsek Karangploso..
Saat dalam pemeriksaan, Santo pun mengaku telah mencuri uang di kotak amal masjid tersebut sebanyak dua kali. “Pencurian pertama dilakukan seminggu lalu, pencurian kedua dilakukan hari Sabtu, namun ketahuan takmir dan akhirnya ditangkap,” jelas Slamet.
Dalam pencurian pertama, Santo yang merupakan seorang duda tanpa anak, mendapatkan uang sekitar Rp 80.000. Saat mencuri Sabtu lalu, dia mendapatkan uang Rp 440.000. Dia lalu menunjukkan metodenya mencuri uang dari kotak amal yang ikut diamankan sebagai barang bukti.
Santo menancapkan ujung lidi ke getah nangka yang diselipkan di tas slempangnya. Setelah itu, Santo yang pekerjaan hariannya adalah buruh serabutan, memasukkan lidi dengan getah nangka itu ke dalam lubang kotak amal.
Dia lalu menarik lidi secara pelan-pelan, sehingga uang yang tertempel di ujung lidi tidak jatuh ke dalam kotak amal lagi. “Barang bukti sarana motor nopol L 2427 G juga disita. Pelaku dikenakan pasal 362 KUHP tentang pencurian biasa, dan diancam hukuman penjara maksimal 5 tahun,” tutup Slamet. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...