Nadia Dituntut 15 Tahun Bui


MALANG - Ingat dengan Nadia Fegi Madona, 19, pelaku pembunuhan terhadap Fena Selinda Rismawati, 16, pelajar SMK warga Desa Mentaraman, Donomulyo, karena masalah bedak. Kemarin, warga Desa Kalisari, Kalipare ini, dituntut maksimal dalam sidang di Pengadilan Negeri Kepanjen.
Nadia dituntut kurungan 15 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan. Tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ari Kuswadi, SH, dalam sidang agenda tuntutan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Wiwin Arodawanti SH.
Tuntutan yang dijatuhkan kepada Nadia, merupakan tuntutan maksimal. Sesuai Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.
""Untuk hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan, menyesali dan mengakui perbuatannya," ungkap Ari Kuswadi.  Dalam persidangan, dijelaskannya bahwa ketika persidangan terdakwa Nadia mengaku sempat berkelahi dengan korban selama satu jam.
Dan dari perbuatan terdakwa telah menyebabkan korban meninggal dunia. "Tindakan hingga menyebabkan korban meninggal itu yang memberatkan terdakwa," ucap Ari. Penasehat hukum terdakwa, Abdul Halim SH mengatakan, tuntutan JPU terlalu tinggi dan memberatkan terdakwa.
Ini dikarenakan dalam persidangan terdakwa belum terbukti secara melakukan tindakan pembunuhan seperti didakwaan JPU.  “Bila melihat dari rekonstruksi dan pengakuan terdakwa, tindakannya merupakan upaya membela diri,” terangnya.
Bahkan dalam perkelahian dengan korban, terdakwa sempat kehabisan nafas. “Nanti hal-hal itu akan yang akan kami sampaikan dalam pembelaan terdakwa. Dalam sidang agenda pembelaan sidang selanjutnya, akan kami sampaikan untuk meringankan hukumannya," urainya..
Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada 29 Desember 2017 lalu, di kawasan hutan sekitar pintu masuk Pantai Ngliyep, Donomulyo. Korban ditusuk dan digorok dengan menggunakan pisau dapur. Permasalahannya karena persoalan bedak yang dibeli online dari terdakwa Nadia tidak sama. (agp/mar)

Berita Lainnya :