Guide Bromo Simpan Pancor


 
MALANG - Rona Syaifullah, 20, sejak Senin (23/4) malam meringkuk di sel Mapolsek Tumpang. Warga asli Jakarta, yang kos di Kebonagung, Pakisaji ini, ditangkap karena kedapatan membawa senjata tajam jenis pancor. 
Ia dibekuk di Jalan Karyawan Ledoksari, Desa/Kecamatan Tumpang. Sajam yang dibawanya, digunakan untuk mengancam Sonny Fajar Arif, 19, warga sekitar. Permasalahannya karena rebutan penumpang yang mau menuju ke Bromo. 
“Ketika kami tangkap, tersangka sedang menyanggong korban. Sajam pancor disembunyikan di balik bajunya," ujar Kapolsek Tumpang, AKP Yusuf Suryadi. Antara Sonny dengan tersangka Rona ini saling kenal. Mereka berkenalan lewat temannya di Pakis. 
Keduanya sama-sama bekerja sebagai guide yang mencari tamu ke Gunung Bromo. Sejak perkenalan itu, mereka sudah tidak lagi bertemu. Bahkan sebelumnya juga tidak pernah ada masalah.
Permasalahan antara keduanya muncul pada Sabtu lalu karena berebut penumpang. Ketika itu, Sonny mendapat tamu dari Jakarta. Tamu itu sudah memberikan uang muka pada Sonny. Pada saat waktunya menjemput di Stasiun Kota Baru Malang, Sonny tidak bisa karena sedang berada di Bromo. Ia meminta tolong pada temannya untuk menjemput. 
Ketika tamu akan dijemput, ternyata sudah ada Rona yang menjemput. Alasan Rona menjemput, bahwa tamu itu adalah temannya dari Jakarta. Dari situlah akhirnya antara Sonny dan Rona terlibat pertengkaran.  Melalui chat di Instagram, Rona mengajak Sonny untuk berkelahi. 
Bahkan Rona mengancam akan menghabisi Sonny. Tetapi ajakan perkelahian itu oleh Sonny sama sekali tidak dihiraukan.  Hingga akhirnya pada Senin malam, Rona mendatangi Sonny di rumahnya.
Kebetulan saat itu Sonny sedang keluar dengan ayahnya. Merasa nyawanya terancam, Sonny lantas melaporkan ke petugas Polsek Tumpang. 
“Mendapat laporan itu, kami langsung mendatangi lokasi. Kebetulan saat kami datang, tersangka sedang menunggu korban dengan membawa sajam,” tegas mantan Kapolsek Wagir itu. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :