Polisi Musnahkan 2.500 Botol Minuman Keras


 
MALANG - Sebanyak 2.500 lebih botol minuman keras (miras) berbagai merek dan jenis, siang kemarin dimusnahkan oleh Polres Malang. Termasuk 1035 liter miras ilegal jenis trobas. Barang bukti miras tersebut, hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2018 mulai tanggal 13 - 24 April. 
“Barang bukti minuman keras yang kami musnahkan ini, dari 127 kasus dengan 128  tersangka hasil ungkap Polres Malang dan Polsek jajaran,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung. 
Dari 128 tersangka tersebut, lanjut Ujung, dua orang ditetapkan tersangka dan menjalani hukuman di tahanan Polres Malang. Keduanya dijerat dengan Undan-undang Kesehatan dan Perlindungan Konsumen. Mereka ini adalah pembuat atau produsen miras jenis trobas. 
"Sedangkan untuk 126 tersangka lainnya, kami jerat dengan tindak pidana ringan (tipiring), karena hanya menjual dan mengedarkan," jelas Ujung. 
Ia menambahkan, kegiatan operasi miras ini akan terus dilakukan, sampai peredaran minuman keras di Kabupaten Malang benar-benar bersih. Dari hasil operasi ini pula, Polres Malang juga mengamankan 46 tersangka narkotika dan obat keras berbahaya.
“30 kasus yang masuk TO, adalah kasus narkotika jenis sabu, daun ganja kering dan ekstasi,” jelas Ujung. 
Sedangkan kasus non TO, adalah obat keras berbahaya atau pengedar pil koplo jenis dobel L. Yakni ada 13 kasus dengan 14 tersangka. Semuanya merupakan hasil ungkap dari Satuan Reskoba Polres Malang serta Polsek jajaran. 
"Obat keras berbahaya yang kami amankan ini, semuanya adalah pengedarnya. Mereka melanggar Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Sedangkan untuk TO, sebagian besar adalah pemakai atau pengguna," ujarnya. 
Sementara untuk barang bukti yang diamankan dari para tersangka yakni, ganja kering sebanyak 54,19 gram, sabu 15,4 gram, ekstasi sebanyak 2 butir dan pil koplo sebanyak 715 butir. Dikatakan Ujung, untuk peredaran narkotika ini, hampir menyeluruh di 30 kecamatan yang masuk wilayah hukum Polres Malang. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...