Kantor Digeledah, Wawali Datangi Jubir KPK


MALANG – Tim KPK yang menggeledah dan menyegel Balai Kota Malang, Dinas Perizinan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, adalah tim dari bidang penindakan. KPK sedang melakukan proses penyidikan di bidang tindak pidana korupsi yang dilakukan penyelenggara negara di Kota Malang. Hal itu ditegaskan juru bicara (jubir) KPK Febri Diansyah, di Gedung Pasca Sarjana UMM, Rabu (9/8).
Diskusi itu sebenarnya membahas soal hak angket dan nasib KPK ke depan. Namun menjadi menarik karena kebetulan di Malang tengah ada tim KPK yang turun. Bahkan kian menarik, ketika Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji mendatangi diskusi bersama Jubir KPK tersebut, padahal kantornya baru saja digeledah tim penindakan.
Febri sendiri dalam diskusi menjelaskan, penggeledahan dan penyegelan bukan karena Operasi Tangkap Tangan (OTT). Ia mengungkapkan hal tersebut menjawab pertanyaan salah satu peserta yang menanyakan tentang adanya penggeledahan. Febri berterus terang, tidak ingin keluar konteks dari materi, namun ia hanya memperjelas, jika penggeledahan bukanlah OTT. “Yang jelas, memang ini bukan OTT. Hanya itu yang bisa saya sampaikan,” ungkapnya. Ia lantas kembali kepada topic materi utama.
Usai memberikan materi dan berdiskusi, Febri menemui para wartawan yang sudah menungguinya. Dalam doorstop, ia mengaku belum bisa menyampaikan menyeluruh, tentang siapa tersangka dan kasus apa secara mendetail. Febri menjelaskan, dulu saat proses penyelidikan KPK pernah minta keterangan dari  beberapa pihak.
“Dalam penyidikan sudah ada tersangka,” paparnya.
Kasus yang terjadi di Kota Malang ini, kata dia terkait kewenangan KPK. Karena ada tindak pidana korupsi yang melibatkan penyelenggara negara dan penegak hukum.
 “Konteks kasusnya belum bisa disampaikan ada kebutuhan strategi dalam penanganan perkara jadi belum bisa disampaikan,” terangnya.
Febri menjelaskan, setelah ini akan ada penyidikan-penyidikan lebih lanjut. Setelah tersangka resmi ditetapkan, lanjut dia, akan ada proses penyitaan barang bukti, pemeriksaan saksi atau tersangka, serta penahanan.
Febri pun mengungkapkan, kejadian ini sebagai sebuah pelajaran bagi para penyelenggara daerah di Jawa Timur agar tidak terlibat korupsi.
Sementara itu, pada menit terakhir kuliah tamu dan diskusi, Wakil Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji, MM juga turut hadir. Sutiaji menjawab pertanyaan dari wartawan dengan nada lirih, dan sedikit senyum diraut wajahnya.
Dalam hal ini ia termasuk belum mengetahui pasti kasus apa yang membuat balaikota digrebek KPK. Sedari pagi, Sutiaji mengungkapkan, memiliki aktivitas di luar kantor, baik di acara BPJS maupun di Universitas Negeri Malang (UM).
 “Saya tidak tahu menahu sebelumnya. Saya mengetahuinya, setelah datang ke ruang kerja saja. Sekitar jam 10 lebih diinformasikannya," pungkasnya.
Ia pun mengaku hanya pasrah. Apapun hasilnya nanti, siapapun yang ditetapkan nanti ia hanya mengikuti proses dan menunggu hasilnya.(sin/ary)

Berita Lainnya :

loading...