Jarot Keluar Kantor Tanpa Diborgol


MALANG - Tim penyidik KPK menggeledah ruang kerja Kepala Dinas PM-PTSP Kota Malang Jarot Edi Sulistiyono, kemarin pagi. Sekitar pukul 09.30 WIB, kurang lebih 12 penyidik KPK berpakaian preman, termasuk dua polisi bersenjata lengkap mendatangi Block Office Tlogowaru. Penyidik langsung naik ke lantai dua ruang, Jarot sendiri, usai diperiksa KPK, pergi dari kantor tanpa diborgol.
Proses penggeledahan ruangan Jarot berlangsung tertutup selama sekitar enam jam. Petugas berjaga di luar pintu lift lantai dua serta melarang wartawan mendekat. Proses penggeledahan dan pemeriksaan berlangsung selama 6 jam. Sekitar pukul 15.30 WIB, rombongan penyidik KPK meninggalkan Block Office. Mereka memakai masker lalu membawa dua koper masing-masing berwarna hitam dan merah.
Penyidik lain membawa peralatan. Ada pula yang membawa tas serta kardus-kardus. Para penyidik juga bungkam dan tidak memberi keterangan apapun kepada awak media. Setelah itu, wartawan mencoba mendatangi ruangan Jarot. Namun, ruang kerjanya tertutup dan awak media tak diperbolehkan masuk. Setelah menunggu beberapa saat, wartawan nyanggong Jarot di dekat mobil dinasnya.
Saat itulah salah satu staf menyebut bahwa Jarot tidak pulang dengan memakai mobil dinas. Dia menaiki mobil lain berjenis Suzuki Katana. Namun, belum sempat naik, salah satu wartawan berhasil mengejarnya dan mendapatkan sedikit konfirmasi dari Jarot. Mantan Kepala Dinas PUPPB Kota Malang ini tidak menjawab ketika ditanyai tentang kedatangan penyidik KPK.
Dia menyebut bahwa rombongan itu mengaku dari Jakarta. "Tidak tahu ya, tadi ada tamu ngakunya dari Jakarta," ujar Jarot sembari masuk mobil dan meninggalkan Block Office. Malang Post pun mencoba nyanggong di depan rumahnya di Jalan Danau Sentani Sawojajar. Keluarga tak bisa ditemui. Namun, salah satu supir pribadinya, kepada Malang Post menyebut bahwa sore tadi Jarot memang didatangi KPK.
"Tadi dari KPK, dan sempat ketemu bapak di ruangan," ujarnya. Menurut pria yang juga pegawai Dinas PM PTSP Kota Malang tersebut, dia tidak mengantar pulang Jarot ke rumah. Dia mendapat instruksi untuk pulang ke rumah duluan dengan mobil dinas plat N 406 AP Toyota Innova.
"Saya tadi disuruh pulang duluan, bapak ada pertemuan lain," katanya.
Dia juga menyebut, Jarot tidak diborgol apalagi dibawa oleh penyidik KPK. Saat meninggalkan kantor, Jarot berpesan bahwa dia ada pertemuan yang tak bisa diceritakan sehingga dia harus diantar staf dinas yang dipimpinnya.
Hingga pukul 18.00 sore kemarin, mobil dinas Jarot masih terparkir di seberang rumah. Sedangkan, suasana rumah tampak sepi. Jarot sendiri belum terlihat tiba di rumah hingga berita ini diturunkan.(fin/ary)

Berita Lainnya :