magista scarpe da calcio Dua Ditangkap, Satu Kabur


Dua Ditangkap, Satu Kabur

 
PASURUAN - Peristiwa pengeroyokan sopir truk M. Supriyono, berhasil diungkap polisi. Korps Bhayangkara tersebut akhirnya membekuk dua pelakunya. Bahkan dua pelaku ditahan lantaran paling bertanggung jawab atas insiden yang terjadi 22 Mei lalu di tepi jalan nasional jurusan Malang-Surabaya, depan PT Inafoods, Dusun Jombor, Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo.
Dalam kejadian tersebut, korban M Supriyono asal Banyuwangi itu mengalami luka bacok pada lengan sebelah kanan. Korban juga mengalami memar di kepala dan pinggang.
Adapun dua pelakunya yang berhasil ditangkap polisi adalah Nanang, 45 dan Saiful, 37. Keduanya warga Dusun Jombor, Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo. Keduanya dijebloskan ke tahanan.
“Pelaku pengeroyokannya tiga orang, dan memiliki hubungan saudara. Nanang dan Saiful sudah berhasil tertangkap, saat berada di kampungnya. Sedang satu pelaku lainnya buron, adalah PS,” beber Kapolsek Sukorejo AKP Wiksan.
Kasus pengeroyokan ini, berawal dari tak terimanya PS (masih buron), terhadap korban. Saat itu Supriyono mengklakson truknya, saat hendak masuk kedalam pabrik makanan ringan di TKP. Bersamaan dengan itu, PS hendak menyeberang. Tak terima klakson dibunyikan, terjadi adu mulut antara PS dengan korban. 
Cekcok itu berujung perkelahian. Mengetahui PS berkelahi, Nanang dan Saiful datang. Keduanya lalu membantu PS untuk mengeroyok korban hingga babak belur dan mengalami luka-luka.
“Nanang bagian menendang pinggang korban. Kemudian disusul Saiful, memukul kepalanya dengan gelas dan asbak. Sedangkan PS, membacok lengan kanannya menggunakan pedang,” terangnya.
Mengetahui korbannya mengalami luka-luka, ketiga pelaku pengeroyokan kabur. Sementara Supriyono yang terluka, ditinggal dengan posisi tergeletak. Akibat dianiaya, korban harus dilarikan ke rumah sakit.
Kini, tinggal seorang pelaku yang masih buron. Petugas buser polsek setempat tengah melakukan pengejaran, sampai dengan tertangkap.
“Para pelaku pengeroyokan ini kami jerat dengan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan korban luka berat. Ancaman hukuman maksimalnya bisa lima tahun penjara,” jelasnya.(br/zal/fun/jpr/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang