Tim Satgas Pangan Kalah Sidang


 
MALANG - Usaha pengolahan beras milik PT. Pilar Menara Mas, di Jalan Raya Desa Jambearjo, Tajinan, memastikan bahwa tidak ada campuran bahan kimia berbahaya. Hasil putusan Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, menegaskan bahwa tidak ada campuran zat kimia pada beras produksinya. Demikian disampaikan Ratna Kumalasari, Marketing PT. Pilar Menara Mas Jumat (27/4) siang.
"Hasil putusan persidangan bahwa tidak ditemukan campuran bahan pemutih atau zat kimia pada beras produksi kami," terang Ratna Kumalasari, ketika memberikan klarifikasi di Media Center Polres Malang. 
Menurutnya, dalam persidangan itu, PT. Pilar Menara Mas, hanya ditemukan kesalahan soal perizinan tanda daftar perusahaan (TDP). Waktu dilakukan penggrebekan oleh Polres Malang, memang PT. Pilar Menara Mas tidak memiliki TDP karena sedang proses pengurusan. Awal tahun lalu, izin TDP sudah turun dan kini perusahaan kembali memproduksi beras. 
"Putusan Pengadilan Negeri Kepanjen, memang sudah pada bulan November 2017 lalu. Tetapi kami baru bisa melakukan klarifikasi, bahwa beras produksi PT. Pilar Menara Mas tidak ada kandungan zat kimianya," jelas Ratna. 
Cairan bahan kimia Fertile Grow dan Nutrigrow POC yang diamankan saat penggrebekan itu, adalah pupuk cair. Selain pengolahan beras, PT. Pilar Menara Mas juga bekerjasama dengan petani padi yang tergabung dalam Gapoktan. 
"Pupuk cair itu, bukan untuk pemutih melainkan untuk meningkatkan produktifitas hasil panen padi bagi petani," ungkapnya.
Ada dua merek beras hasil pengolahan PT. Pilar Menara Mas yang dipasarkan ke masyarakat di Malang Raya, Surabaya serta Jakarta. Yakni merek Cap Karya Alam serta Selection. Dalam sehari, PT. Pilar Menara Mas bisa memproduksi pengolahan beras hingga 25 ton. 
"Beras kami kualitasnya bagus. Bahkan kami juga sudah bekerjasama dengan Bulog serta Dinas Sosial untuk pemasarannya. Beras yang kami olah, kami dapatkan dari petani dan tengkulak di Jawa Timur. Seperti Malang, Pasuruan, Ngawi serta Bojonegoro," tegasnya. 
Sekadar diketahui, Jumat 21 Juli 2017 lalu, Tim Satgas Pangan Polres Malang, menggerebek gudang pengolahan beras PT. Pilar Menara Mas di di Jalan Raya Desa Jambearjo, Kecamatan Tajinan.  Penggerebekan dilakukan karena usaha tersebut tak berizin dan ada dugaan beras dicampur bahan kimia berbahaya, Fertile Grow dan Nutrigrow POC. 
Polisi menggerebek berdasarkan laporan masyarakat, yang curiga dengan aktivitas di dalam gudang.  Pasalnya, seringkali ada kendaraan truk yang keluar masuk gudang, dengan kondisi tertutup rapat. Berdasarkan informasi itu, Tim Satgas Pangan bersama Satgasus Beras, lantas melakukan penyelidikan. 
Hasilnya, begitu diketahui ada indikasi campuran zat kimia dalam pengolahan beras, petugas langsung bertindak. Dari penggerebekan di PT Pilar Menara Mas, petugas mendapati tumpukan beras sebanyak 145, 5 ton lebih. Puluhan ton beras di antaranya, sudah melalui proses pengolahan dan siap edar. 
Beras yang sudah diolah itulah, yang diduga bercampur cairan kimia berbahaya untuk pemutih.  Pasalnya, di dekat mesin pengolahan beras, ditemukan puluhan botol cairan kimia, yakni Fertile Grow dan Nutrigrow POC. Fertile Grow, adalah cairan penyeimbang ketahanan terhadap penyakit jamur tanaman. 
Fungsinya, sebagai pembobot (menambah berat), membuat kulit buah mengkilap, bulir cerah bening, meningkatkan rendemen dan mempertahankan kesegaran buah serta menambah tajam rasa sesuai jenis benih yang ditanam. Sedangkan Nutrigrow POC adalah pupuk organik yang mengandung unsur makro dan mikro. 
Nutrigrow memiliki manfaat menjaga kestabilan ketersediaan makanan (makro dan mikro), khususnya pada saat tanaman melakukan fotosintesis dalam melakukan pengisian bulir, buah dan umbi. Setelah dilakukan penyidikan, polisi langsung melimpahkan berkasnya ke Kejaksaan Negeri Kepanjen. (agp/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...