Dakwaan Primer Tak Terbukti


MALANG POST - ER mendapat vonis hukuman penjara selama tiga tahun, denda Rp 300 juta dan pencabutan hak politik tiga tahun subsider tiga bulan di Pengadilan Tipikor Sidoarjo. Vonis dibacakan Majelis Hakim dengan Ketua  Unggul Warso Mukti di Pengadilan Tipikor.
Sidang putusan mantan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko menjadi perhatian banyak pihak di Pengadilan Tipikor. Ruang sidang penuh dengan warga Kota Batu dan pihak lain hingga tidak mampu menampung. Saat sidang berlangsung, masih banyak warga Kota Batu dan lainnya berada di luar karena pintu ditutup petugas keamananan karena kapasitas yang terbatas.
Malahan petugas keamanan dari kepolisian hingga intern Pengadilan Tipikor melakukan penjagaan sejak pagi sebelum pelaksanaan sidang berlangsung. Petugas langsung memperingatkan jika ada pengunjung bersuara, HP berbunyi atau melakukan pemotretan menggunakan flash. Meski pengunjung sangat banyak, namun mereka tertib sehingga tidak mengganggu persidangan.
Majelis Hakim menilai bahwa dakwaan primer jaksa penuntut umum (JPU) KPK terhadap terdakwa Eddy Rumpoko (ER) tidak terbukti. Berdasarkan fakta-fakta persidangan pertimbangan, pasal 12 huruf a Undang-undang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan dan tuntutan jaksa terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah.
Demikian halnya unsur menerima uang Rp 200 juta juga dianggap tidak terpenuhi karena saat terjadi OTT oleh KPK, terdakwa sedang mandi di kamar rumah dinasnya dan langsung dibawa ke Polda Jatim oleh petugas KPK.
Menurut Unggul Warso Mukti, Ketua Majelis Hakim, majelis berusaha membuktikan dakwaan subsidair karena dakwaan primer tidak terbukti. Terdakwa memerintahkan Edi Setiawan, Kepala ULP Pemkot Batu membantu Philipus Jap memenangkan tender pengadaan mebeler 2017 dengan imbalan fee 10 persen untuk terdakwa dan dua persen untuk Edi Setiawan. Terdakwa ingin punya mobil Alphard seri terbaru kemudian memanggil Philipus Jap, menyampaikan keinginannya dengan janji memenangkan lelang di Pemkot Batu.
"Terdakwa tidak terbukti menerima uang Rp 200 juta seperti yang disangkakan. Sehingga unsur pidana sebagaimana dalam dakwaan primer tidak terpenuhi dan subsider terpenuhi," lanjut Unggul.
Sementara itu Puspita Hardi Sari, Ketua Pelaku Niaga Sipil (PNS) Kota Batu menanggapi, vonis selama tiga tahun hukuman penjara, denda Rp 300 juta dan pencabutan hak politik selama tiga tahun masih berlebihan. Seharusnya mantan Wali Kota Batu, ER seharusnya bebas dari semua hukuman. Alasanya, ER, sapaan akrab Eddy Rumpoko tidak bersalah karena tidak merugikan.
''Seharusnya, bapak bebas karena tidak bersalah. Bapak itu tidak merugikan negara,'' terang Puspita usai persidangan.
Sedangkan M Sodig Dio, salah satu tokoh warga Kota Batu menilai, Eddy Rumpoko adalah sosok yang bisa membawa Kota Batu ke arah lebih baik. Melalui program, terutama pariwisata bisa menjadikan warga Kota Batu lebih sejahtera. Warga Kota Batu pun tidak melupakan jasa ER, sapaan akrab Eddy Rumpoko meski dia harus menerima putusan hukuman penjara selama tiga tahun.
“Sebagai contoh, harga tanah di Kota Batu meningkat tajam karena perkembangan yang sudah diperjuangkan Pak Eddy Rumpoko. Jadi warga Kota Batu bisa semakin sejahtera karena peningkatan harga tanah tersebut,'' tegas Dio, panggilan akrabnya di Pengadilan Tipikor.
Dia juga menjelaskan, Jukir bisa mendapatkan penghasilan setiap hari karena jumlah pengunjung ke Kota Batu semakin banyak setiap hari. Belum lagi sektor kuliner, pedagang makanan pinggir jalan hingga pemilik rumah makan mendapatkan omzet yang semakin meningkat karena Perkembangan Kota Batu.
''Ada sekolah gratis, sehingga orang tua tidak perlu mengeluarkan biaya. Beliau tidak ingin ada anak Batu putus sekolah karena tidak ada biaya. Guru ngaji dapat insentif dan masih banyak lagi perjuangan beliau untuk warga Kota Batu,'' tambahnya.
Mengenai putusan hakim, kata dia, dia menghormati. Dia juga tidak bisa mengomentari apakah pihak ER harus banding atau menerima putusan tersebut. ''Tugas kami hanya memberikan dukungan moril kepada beliau agar kuat menjalani permasalahan ini. Tuhan pasti memberikan jalan terbaik,'' kata mantan Wakil Ketua Kadin Kota Batu ini.
Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL Pasar Laron, Imam Hanafi mengungkapkan bahwa jasa ER amat besar untuk Kota Batu. Sebelumnya Hanafi bersama Paguyuban PKL Pasar Laron terus memberikan dukungan moril kepada ER. Bahkan ia menggelar gerakan Gentong Koin Peduli Eddy Rumpoko dan istighotsah bersama untuk mendoakan ER.
"Itu semua kami lakukan karena jasa ER. Sebagai manusia kita tidak boleh tinggal diam jika orang lain sedang kesusahan," papar Hanafi.
Tidak hanya itu, bersama PKL Pasar Laron ia juga memberi dukungan dengan memasang banner ukuran 2x3 meter dengan tulisan : "Kenali Dia Jadikan Sahabat, Saudara dan Bapak yang Tidak Kenal Lelah Mendengarmu". Dukungan itu dipasang tepat di pojok barat Alun-Alun Kota Batu.
"Mendengar keputusan hakim, kami sangat menghargai keputusan hakim. Karena mereka yang lebih tahu tentang hukum. Kami warga kecil hanya bisa berdoa agar ER diberi kemudahan," pungkasnya.(big/eri/feb/ary)

Berita Lainnya :

loading...