Spesialis Warnet Ikut Dilumpuhkan

 
MALANG – Sepak terjang Ilham Sukma Nusantara, 24, warga Desa Karang Widoro, Dau dan Wahyu Putra Wijaya, 19, warga Desa Majang Tengah, Dampit dihentikan oleh polisi. Dalam penangkapan, Satreskrim Polres Malang Kota (Makota), menembak kaki kedua pelaku curanmor spesialis kafe dan warnet tersebut.
Kasatreskrim Polres Makota, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra mengatakan, kedua pelaku itu melawan saat akan ditangkap petugas di Taman Singha Merjosari, Kamis 26 April 2018 lalu.
“Mereka lari walaupun sudah diberi tembakan peringatan. Kami langsung lumpuhkan pelaku dengan tembakan ke kaki,” kata Ambuka kepada wartawan, Jumat (27/4) siang .
Saat ditangkap, Ilham dan Wahyu yang juga seorang petani jamur, kedapatan membawa pisau. Penangkapan terhadap kedua pelaku yang dilumpuhkan polisi, berawal dari peristiwa pencurian yang meresahkan warnet di kawasan Klojen. Tiga pencurian motor terjadi dalam kurun waktu tiga hari, yakni 17 sampai 19 April 2018.
TKP kejahatan ada di warnet TEN Jalan Mayjen Panjaitan, Penanggungan dan Semeru Gallery Art Jalan Semeru. Ketiga korban melaporkan peristiwa ini kepada Polres Makota. Berdasarkan laporan inilah, tim Hunter Makota melakukan penyelidikan. Akhirnya, pada 26 April 2018 lalu, patroli cyber dari tim Hunter membuahkan hasil.
Sebuah sepeda motor Yamaha Mio modifikasi, diduga hasil curian, dijual di media sosial. Yakni, Mio nopol N 6014 VJ tahun 2018 warna hitam.“Petugas Hunter Makota, menyamar sebagai pembeli, lalu bertransaksi dengan pelaku, yang ternyata menjual sendiri hasil curiannya, tanpa lewat penadah,” tambah KBO Satreskrim Polres Makota, Iptu Nur Wasis.
Setelah bertransaksi, polisi berhasil membuat kesepakatan bertemu langsung Cash On Delivery (COD) pembelian motor modifikasi tersebut pada 26 April 2018 di Taman Singha Merjosari. Setelah tiba di lokasi, polisi yang menyamar, langsung menyebutkan identitasnya, serta berteriak kepada dua pelaku agar menyerahkan diri karena telah mencuri sepeda motor tersebut.
Bukannya menyerahkan diri, dua pelaku kompak melarikan diri. Tembakan peringatan yang dilontarkan polisi juga tak digubris oleh dua pelaku. Sehingga, petugas Hunter Makota akhirnya menembakkan pistolnya ke arah kaki para pelaku.
Dua maling motor itu ambruk sembari mengerang kesakitan. Mereka langsung dibawa ke Polres Makota, untuk dirawat dan dimintai keterangan soal jaringan curanmor mereka.
“Dari pendalaman sementara, mereka ini ternyata adalah maling motor di 20 TKP,” kata Wasis.  
Saat polisi mendatangi kediaman para pelaku, ada banyak barang bukti pencurian motor lain yang diamankan. Yakni, satu unit motor Honda Beat hitam N 3489 ABC, satu unit Honda Vario putih silver N 4983 IH, satu unit Suzuki Satria FU N 4551 BN, serta satu buah tas berisi kunci letter T. (fin/jon/mar) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...