Kaki Maling Motor Didor


 
MALANG – Polres Malang Kota (Makota)S tidak main-main dalam memberantas curanmor di wilayah hukum Kota Malang. Seorang pelaku curanmor ditembak oleh anggota Hunter Makota karena melawan saat ditangkap. Maling motor tersebut adalah Anton Nofriyadi, 33, warga Jalan Wiroto V Malang.
Dalam rilis di Polres Makota siang kemarin, Anton terpincang-pincang saat dipapah oleh dua tersangka penadah. Yaitu Taufan, 29, warga Jalan Mayjen Sungkono Malang dan Andi Bachtiar, 24, warga Desa Tangkilsari, Tajinan. KBO Satreskrim Polres Makota, Iptu Nur Wasis mengatakan pelaku beraksi di Jalan Setiabudi Malang, Maret lalu.
“Dia adalah pelaku pencurian motor Yamaha Vixion di Jalan Setiabudi. Kita berhasil memancing dia keluar di kawasan GOR Ken Arok. Tapi, menolak ditangkap. Sehingga harus kita lumpuhkan,” kata Wasis. 
Dari keterangan yang dihimpun, berawal dari laporan hilang motor Yamaha Vixion, N 3199 IZ di Jalan Setiabudi. Motor tersebut dilaporkan hilang pada Rabu 21 Maret 2018 pagi hari.
Tim Hunter Makota menindaklanjuti laporan tersebut dengan penyelidikan. Hasil pencarian data dan keterangan, polisi menemukan motor yang ciri-cirinya mirip dengan motor yang hilang. Motor tersebut, ditawarkan di media sosial oleh Taufan dan Andi.
Polisi akhirnya melakukan penyamaran untuk memancing para pelaku keluar. Polisi berhasil membuat janji bertemu di kawasan Jalan Mayjen Sungkono GOR Ken Arok pada 24 April 2018. Dua pelaku yang akhirnya dikenakan pasal penadah karena menjual barang curian, diciduk oleh Polres Makota. Mereka tidak berani melawan. 
“Kami lalu meminta dua pelaku untuk menghubungi pelaku utama yang mencuri motor Vixion tersebut,” ujar Wasis. 
Polisi pun sukses mendatangkan pelaku utama yang menggondol motor di Jalan Setiabudi. Namun, begitu mengetahui ada polisi yang sudah siap menyergapnya, Anton pun langsung melarikan diri.
Polisi menembakkan pistol ke udara, sembari berteriak agar pelaku berhenti dan menyerahkan diri. Namun, Anton tetap saja berlari menuju motor Yamaha Vega N 5929 EY yang menjadi sarananya datang ke lokasi. Belum sempat menaiki motor dan kabur, Anton tergeletak sembari mengerang kesakitan, memegangi kakinya.
Sebuah timah panas, melumat lututnya sehingga Anton hanya bisa meratap sembari menangis minta ampun. Ketiga pelaku langsung diamankan ke Polres Makota untuk penyidikan lebih lanjut.
“Pelaku curanmor, mengaku dua kali beraksi. Sedangkan, penadah mengaku baru pertama menjual motor curian. Pelaku curanmor kita kenakan 363 KUHP, penadah kita jerat dengan 480 KUHP,” tutup Wasis. (fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :