Arief Tenangkan Diri di Markas PDIP


MALANG - Ketua DPRD Kota Malang M. Arief Wicaksono kooperatif dengan kedatangan tim KPK. Pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, ia berada di markas PDIP untuk menenangkan diri. Hebatnya, ia masih menerima kedatangan penyidik KPK di rumah orang tuanya di Jalan Vinolia. Kemudian dia balik kembali ke kawasan Rumah Dinas (Rumdin) Ketua DPRD di Arjosari Kecamatan Blimbing.
Arief, sudah ada di Kantor DPC PDI Perjuangan sejak Maghrib hingga sekitar pukul 21.15 WIB. Markas PDIP itu memang satu komplek dengan rumdinnya. Dia duduk di ruang belakang gedung partai berlambang banteng sembari ditemani beberapa koleganya. Suasana gedung partai tampak tegang. Para kader tampak berseliweran di gedung PDI Perjuangan. Tidak ada aktivitas mencolok selain penjagaan empat polisi di rumah dinas Ketua DPRD yang ada di sebelahnya.
Dari pantauan Malang Post di lokasi, Arief tampak masih mengenakan baju anggota dewannya dan bersandal jepit. Wajahnya kuyu dan lemas. Ajudan pribadinya membenarkan bahwa Arief sudah di gedung partai sejak sore.
"Benar sudah sejak sore tadi," kata pria berkacamata ini kepada Malang Post.
Arief yang tampak lemas dan tidak bertenaga, menanti kedatangan rekan-rekannya satu partai. Satu per satu, anggota fraksi PDI Perjuangan muncul di kantor Jalan Panji Suroso itu. Diana Yanti, Priyatmoko Oetomo, Suprapto Abdul Hakim hingga Hadi Susanto tampak tergesa-gesa masuk ke ruang belakang tempat Arief terduduk. Bambang Suharijadi, Sekretaris DPRD Kota Malang juga hadir semalam. Dari jauh, raut Arief tampak kuyu. Dia seperti sudah tahu bahwa dia telah dijadikan tersangka oleh KPK.
Karena itu, pria ramah tersebut enggan menerima Malang Post dan meminta wartawan koran ini untuk pergi saat dihampiri.
"Ada apa? Nanti saja ya jangan sekarang," ujar Arief lemas kepada Malang Post.
Setelah menemui para anggota fraksi PDI Perjuangan, Arief minta izin pergi. Dia menuju kediaman orang tuanya di Jalan Vinolia untuk menerima kedatangan penyidk KPK yang melakukan penggeledahan. Hal ini diungkapkan oleh koleganya, Hadi Susanto yang sempat mendatangi Arief.
"Tadi pak ketua ke Vinolia. Ke rumah orang tuanya. Penyidik masih di sini, karena berkas pemeriksaan butuh tanda tangan," ujar Hadi.
Menurutnya, Arief dalam kondisi penuh tekanan dan tampak stres. Para anggota dewan yang hadir tidak bersedia berkomentar terkait penetapan Arief sebagai tersangka.
"Tidak enak kami komentar," tambah salah satu anggota DPRD Kota Malang dari fraksi PDI Perjuangan ini.
Sementara itu, rumah dinas Ketua DPRD yang ada di sebelah gedung partai juga tampak dijaga oleh kepolisian. Empat anggota polisi bersenjata lengkap berjaga di luar rumah. Lalu, ada dua mobil berplat L yang terparkir di dalam garasi. Mobil Innova dan satu mobil Ranger yang  dipakai Arief juga terparkir.
Mobil dinas Toyota Camry N 3 AP diparkir di halaman gedung partai. Pukul 21.15 WIB, Arief keluar dari gedung PDI Perjuangan menuju rumah dinas. Dia dikawal anggota partai dan ajudan dari Sekretaris DPRD Kota Malang. Arief hanya diam sembari berlalu melewati wartawan dan masuk ke dalam rumdin untuk menemui penyidik KPK.(fin/ary)

Berita Lainnya :