Siswa SMPN 16 Cebur ke Laut


 
MALANG - Firdan Maulana, 15, warga Jalan Kapi Nusantara, Desa Mangliawan, Pakis, tercebur ke laut di Selat Bali, dini hari kemarin. Siswa kelas 9 SMPN 16 Malang ini, diduga menceburkan diri dari atas KM Karya Maritim 3. Peristiwa ini disaksikan beberapa teman satu rombongan yang naik bus menuju Bali.
Rombongan tersebut hendak menyeberang dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Dari laporan Satpol Airud Banyuwangi, korban hendak berkaryawisata ke pulau Bali dengan rombongan SMPN 16 Malang. Setelah berjarak kurang lebih setengah kilometer dari bibir pelabuhan korban Firdan dilaporkan tercebur ke laut.
Dari keterangan kedua temannya, Remondus, 16, dan Mochammad Rafli, 16, sebelum terjun ke laut Selat Bali, Firdan tampak berdiri menyendiri di bagian pinggiran kapal. Mereka sempat meneriaki korban untuk segera berkumpul dengan teman-temannya yang lain. Namun, Firdan seperti tidak mendengar.
Sebaliknya, Firdan malah disebut menengok ke kanan dan ke kiri, lalu mengangkat kakinya ke pagar pembatas kapal. Dia lalu terjun ke laut. Remondus dan Rafli sempat melihat korban berenang, namun menghilang karena minimnya penerangan. Pesan kematian korban, juga  dituliskan dalam status WhatsApp (WA) miliknya.
Yakni, last day, thanks for everything goodbye world. Tulisan ini berarti hari terakhir, terimakasih untuk semuanya, sampai jumpa dunia. Belum jelas apa motif Firdan menenggelamkan dirinya ke laut. Sebab, pencarian terhadap tubuhnya terus dilakukan hingga berita ini diturunkan. 
“Semalam pencarian terhambat pencahayaan, sampai sekarang pencarian masih dilakukan karena korban belum ditemukan. Selain itu, derasnya air laut, juga menghambat proses pencarian,” kata Kasatpol Airud Banyuwangi AKP Subandi. Ia menegaskan, Satpol Airud Banyuwangi bekerjasama dengan Basarnas dan TNI AL dalam proses pencarian.
Sementara, suasana SMPN 16 Malang di Jalan Teluk Pacitan, Arjosati, terlihat sepi paska kabar hilangnya Firdan. Pihak guru maupun kepala sekolah dikabarkan berangkat ke Bali untuk menjemput para siswa yang rekreasi bersama dengan Firdan. Mereka berangkat dari Malang, Jumat (27/4) sore. 
Kepala SMPN 16 Malang, Mutmainah Amini mengatakan acara itu bukanlah acara yang diadakan secara resmi oleh sekolah.
“Itu acara luar sekolah, acaranya diadakan oleh kelas 9 yang baru ujian. Ada guru wali kelas dan wali murid serta gabungan murid kelas 9 yang ikut dalam bus,” kata Mutmainah kepada wartawan.
Menurut dia, rombongan tersebut berangkat hari Jumat dan pulang hari Minggu. Harusnya, Senin besok rombongan ini sudah tiba di Kota Malang lagi, andai tidak ada peristiwa nahas ini. Beberapa guru yang sempat datang ke sekolah, berharap Firdan ditemukan dalam kondisi selamat. (fin/jon/mar)

Berita Lainnya :

loading...