Pemilik Toko Emas di Pasar Besar Diperiksa

 
MALANG - Satreskrim Polres Malang, masih terus mengembangkan kasus perampokan disertai pembunuhan yang menewaskan Hj. Siti Khotijah, 80, warga Dusun Krajan, Jalan Kenanga, Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi. Akhir pekan kemarin, polisi berhasil mengamankan dua orang penadah emas. Mereka diamankan hasil pengembangan tersangka M Rizal Arif Santoso, 20 tahun. 
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda, dikonfirmasi membenarkannya. Menurutnya saat ini kedua penadah tersebut masih dalam pemeriksaan. Statusnya masih sebatas sebagai saksi. 
"Dua orang yang kami amankan. Tetapi statusnya masih saksi, dan kami masih terus mengembangkannya," ungkap Adrian Wimbarda. 
Dikatakannya, dua orang penadah tersebut adalah warga Kota Malang, berinisial R dan G. Mereka ini adalah pemilik toko emas di Pasar Besar Malang. Mereka diamankan petugas di toko emasnya masing-masing. 
Sayangnya dari penangkapan dua penadah ini, polisi tidak mendapati perhiasan emas berupa gelang dan cincin milik korban Hj. Siti Khotijah, yang dirampas oleh tersangka M Rizal Arif Santoso. Menurut pengakuan mereka, emas tersebut sebagian sudah dilebur dan dijual lagi. 
"Untuk barang bukti perhiasan emas, masih terus kami cari. Karena oleh kedua penadah sudah dilebur dan dijual," tegasnya. 
Adrian mengatakan, dalam minggu ini Satreskrim Polres Malang juga akan menggelar rekonstruksi kasus perampokan disertai pembunuhan tersebut. Reka ulang adegan ini, untuk mencocokkan pengakuan tersangka dengan kejadian sebenarnya. Sekaligus untuk memastikan apakah ketiga korban dianiaya dengan tangan kosong atau menggunakan benda tumpul seperti kayu. Pasalnya pengakuan tersangka Rizal, dia memukuli korban dengan tangan kosong. 
"Kami ingin memastikan apakah tersangka memukul dengan tangan kosong atau menggunakan kayu. Sekaligus untuk melengkapi berkas perkaranya," jelasnya. 
Untuk lokasi rekonstruksi, Adrian belum bisa memastikan. Bisa saja reka ulang adegan dilakukan di TKP rumah korban atau tempat lain."Tetapi yang pasti rekonstruksi dalam minggu ini," ucapnya. 
Sekadar diketahui, Rabu (18/4) malam lalu, warga sekitar Dusun Krajan, Jalan Kenanga, Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, dibuat gempar dengan aksi perampokan disertai pembunuhan. Hj. Siti Khotijah, 80 tahun. Korban diketahui sebagai orang kaya di desanya, dianiaya oleh pelaku hingga tak bernyawa. 
Korban dipukul dengan menggunakan benda tumpul di bagian kepala, yang mengakibatkan nyawanya melayang. Usai dihabisi, tiga buah cincin dan gelang emas milik korban seberat 50 gram disikat oleh pelaku. 
Selain Hj. Siti Khotijah, pembantunya Winarsih, 50, dan Rohmadiah, 14, anak Winarsih juga mengalami luka parah di kepala. Keduanya ikut dipukuli oleh pelaku yang diketahui beraksi seorang diri. Bahkan keduanya sempat kritis dan tak sadarkan diri akibat luka serius dikepalanya.
Setelah sepekan diburu, pelaku pembunuhan terhadap Hj. Siti Khotijah berhasil diungkap Satreskrim Polres Malang, Rabu pagi lalu. Tersangkanya adalah M Rizal Arif Santoso, yang tak lain adalah cicit dari korban. Rizal adalah anak kedua dari empat bersaudara pasangan Suliana dan Budi. 
Suliana ini, merupakan anak dari Marsini, yang merupakan anak pertama dari enam bersaudara korban (Hj. Siti Khotijah, red). Rizal membunuh karena ingin menguasai perhiasan korban. Tersangka sendiri, dibekuk di Magetan ketika mau pulang ke rumah ayahnya. (agp/jon)

Berita Lainnya :