Firdan Siswa SMPN 16 Malang Masih Belum Ketemu


 
MALANG – Pencarian terhadap Firdan Maulana 15 tahun siswa SMPN 16 Malang warga Jalan Kapisata Bali masih terus berlanjut. Hari kedua, tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Kantor SAR kelas A Denpasar masih belum sukses menemukan Firdan yang mengalami kecelakaan laut di Selat Bali setelah jatuh dari KMP Karya Maritim III.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, Ketut Gede Ardana mengatakan proses pencarian hari kedua  masih nihil.
“Pencarian terhadap satu orang penumpang KMP Karya Maritim II yang terjatuh di perairan Selat Bali dihentikan dengan hasil nihil,” kata Ketut dalam laporannya
Dalam pencarian tersebut, ada beberapa unsur personel yang terlibat. Yakni, Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Polres Jembrana, TNI AL Pos Gilimanuk, Syahbandar Gilimanuk, Pol Air Jembrana, BPBD Jembrana, ASDP Gilimanuk serta KMP Karya Maritim III. Menurut Ketut, pencarian akan dilanjutkan lagi besok.
“Pencarian akan dilanjutkan sesuai dengan rencana operasi pencarian dan pertolongan,” tambah Ketut. 
Seperti diketahui, Firdan adalah siswa dari rombongan bus karyawisata ke pulau Bali yang terjun ke laut pada Sabtu pukul 28 April 2018 00.00 WIB. Dugaan motif putus cinta menguat. Selain itu, remaja itu seakan menuliskan pesan kematiannya lewat status WhatsApp miliknya yaitu last day, thanks for everything, goodbay world.
Jika diartikan, maka kalimat ini bermakna, hari terakhir, terimakasih untuk semuanya, selamat tinggal dunia. Sementara itu, dunia maya sempat heboh dengan informasi penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki di bibir pelabuhan perikanan Pengambengan, Jembrana Bali.
Meski demikian, dari informasi yang dihimpun, mayat berjenis laki-laki itu memiliki ciri yang berbeda dengan Firdan. Mayat itu mengenakan celanan panjang warna hitam, dengan kaos lengan pendek gelap. Selain itu, mayat ini mengenakan tato di tangan, serta menggunakan gelang. Padahal, korban Firdan tidak bertato.(fin/jon)

Berita Lainnya :