Pelanggar Lalin Meroket

 
MALANG – Operasi Patuh Semeru 2018 ‘memanen’ ratusan pelanggar aturan lalu lintas. Setelah tiga hari digelar, Satlantas Polres Makota menindak sekitar 989 pelanggaran lalin. Kasatlantas Polres Makota, AKP Ari Galang Saputro didampingi Kanit Turjawali Ipda Luhur Santoso menyebut grafis pelanggaran mengalami peningkatan.
“Selama tiga hari terakhir, pelanggaran lalu lintas meroket dibandingkan tahun 2017. Peningkatannya mencapai dua kali lipat,” kata Luhur kemarin. 
Dalam Operasi Patuh Semeru tahun lalu di tiga hari pertama, jumlah pelanggar mencapai 500-an pelanggar. Satlantas mengklasifikasikan tiga jenis pelanggaran yang mendominasi catatan Operasi Patuh Semeru 2018.
Yakni, pelanggaran tidak memiliki SIM. Menurut Luhur, para pelanggar aturan soal SIM adalah para siswa sekolah yang berani memakai sepeda motor di jalan. Walaupun mereka sudah memakai helm, polisi yang melakukan operasi tidak menemukan SIM saat pemeriksaan operasi Patuh Semeru.
“Banyak pelajar yang kena tilang, karena mereka tidak memiliki SIM saat mengendarai motor di jalanan Kota Malang. Untuk pelanggaran kedua adalah tidak membawa STNK,” kata Luhur.
Pelanggaran STNK sangat rawan karena kendaraan yang terjaring bisa saja merupakan barang bukti kejahatan. Sehingga, penilangan dilakukan sekaligus untuk melakukan pendataan terhadap pelanggar yang tidak membawa STNK saat dioperasi.
Untuk pelanggaran ketiga yang dominan adalah pelanggaran rambu dan marka jalan. Menurut Luhur, Operasi Patuh Semeru mengutamakan penindakan.
“Operasi patuh semeru ini adalah operasi yang mengedepankan penindakan, ketika pengguna jalan melanggar aturan, langsung ditilang. Karena, pelanggaran ini juga yang mendukung faktor peningkatan laka lalin,” tambahnya.
Selain tiga pelanggaran dominan itu, polisi juga menindak pengendara yang menaiki motor sambil mainan handphone. Lalu, pengendara motor tanpa helm, mengebut lebih dari batas kecepatan, mabuk sambil mengendarai motor serta melawan arus.
Pada hari pertama operasi Patuh Semeru, ada 115 pengendara ditilang, hari kedua mencapai 363 pelangggar dan hari ketiga mencapai 425 pelanggaran. (fin/jon) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :