Ciduk Pengedar Sabu ‘Pahe’

 
MALANG – Polsek Kedungkandang mengungkap dua pelaku yang diduga mengedarkan sabu-sabu. Budi Nugroho 39 tahun warga Jalan Kertosentono Ketawanggede Lowokwaru dan Agus Setiawan 31 tahun warga Jalan Balean Barat Lowokwaru, ditangkap Unit Reskrim Polsek Kedungkandang setelah digerebek di kawasan Kecamatan Kedungkandang saat hendak berpesta sabu pada pertengahan April lalu.
Barang bukti yang disita dari para pelaku antara lain 6 paket plastik serbuk metamfetamin, alat hisap bong, dompet dan handphone Oppo, serta satu paket sabu seberat 0,5 gram. Dari keterangan yang dihimpun, proses penangkapan diawali dari informasi yang diterima Unit Reskrim Polsek Kedungkandang tentang adanya pesta sabu di kawasan Kedungkandang.
Setelah melakukan penyelidikan, polisi memastikan bahwa Budi dan Agus memang terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. Mereka digerebek pada 19 April 2018 lalu, dan langsung digelandang ke Polsek Lowokwaru. Dalam pemeriksaan petugas Reskrim, pelaku mengakui caranya mendapatkan sabu-sabu.
Dia membeli bubuk kristal haram itu dari seseorang berjuluk Aceh yang merupakan tahanan LP Lowokwaru. Pelaku memesan 0,5 gram lewat SMS dengan harga Rp 650 ribu. Setelah sepakat, pelaku menempatkan uang di belakang patung robot di kawasan lapangan Rampal. Usai mengabarkan kepada Aceh bahwa uang sudah diranjau di belakang patung robot, pelaku pergi.
Tak lama, pelaku menerima SMS dari Aceh bahwa sabu-sabu sudah dikirim dengan sistem ranjau di dekat rel kereta api di samping RS Lavalette. Sabu-sabu tersebut, lalu dicacah menjadi enam bagian untuk dijual seharga Rp 150 ribu per pahe atau paket hemat.
Tak hanya itu, dari pendalaman polisi, pelaku Budi adalah residivis yang sudah keluar masuk bui. Tahun 1999, dia diciduk karena penganiayaan dan menjalani hukuman 10 bulan.
Tahun 2010, dia ditangkap lagi karena kasus yang sama dan diputus satu tahun 1 bulan. Lima tahun kemudian, dia dibekuk polisi karena menjual pil dobel L dan divonis 2 tahun. Dia baru bebas September 2017.
Belum genap satu tahun merasakan udara bebas, Budi ditangkap dengan kasus yang lebih berat yaitu sabu-sabu. Kapolres Makota, AKBP Asfuri didampingi Kapolsek Kedungkandang Kompol Suko Whayudi menyebut pengembangan dan pendalaman masih dilakukan. 
“Penyidikan masih berlanjut. Keterangan terus digali dari para tersangka, karena paket hemat itu rencananya sempat mau diedarkan di kawasan Kota Malang,” tutup Suko.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...