Polsek Sukun Tangkap Penjual 40 Botol Arak Jawa


MALANG – Atensi Mabes Polri terhadap upaya menekan peredaran miras ilegal disambut dengan operasi rutin di tingkat daerah. Polsek Sukun, menangkap dua orang pelaku pada akhir April 2018 lalu karena kedapatan menguasai miras ilegal.
Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta mengatakan, operasi miras dilaksanakan setiap hari di Kecamatan Sukun. “Kita selalu gelar operasi tiap hari untuk miras,” kata Anang kepada Malang Post kemarin.
Akhir April 2018 lalu, Polsek Sukun menangkap Suradi, 65, warga Jalan Peltu Sujono gang Nusa Indah Ciptomulyo Sukun. Pria yang kesehariannya adalah tukang batu ini ternyata nyambi jualan miras.
Polisi menerima informasi tentang adanya sebuah tempat yang menjual dan menyimpan minuman keras ilegal di kawasan Bandungrejosari, Sukun. Setelah melakukan penyelidikan, polisi mendapatkan petunjuk bahwa sebuah bengkel cat mobil di Jalan Sono Keling Bandungrejosari, menyimpan miras.
Sekitar pukul 21.30, pada 23 April 2018, Polsek Sukun menggerebek bengkel tersebut dan menemukan pelaku di dalam bengkel. Setelah dimintai keterangan, pelaku menunjukkan lokasi penyimpanan miras di dalam ruangan. Polisi mengamankan 40 botol ukuran 1,5 liter berisi arak jawa.
Setelah mendatangi lokasi tersebut, Polsek Sukun bergeser ke Jalan Gadang gang VI. Polisi kembali menemukan pria bernama Bambang Purwanto 58 tahun yang menyimpan miras ilegal. Yakni, tiga botol besar miras Tomi Stanley dan dua botol besar minuman anggur kolesom cap Orang Tua.
Anang mengatakan, para tersangka diamankan ke Mapolsek Sukun untuk dimintai keterangan. Sedangkan, barang bukti disita petugas. Dia menyebut, peredaran miras di kawasan Sukun akan terus ditekan sehingga masyarakat bisa memasuki bulan ramadan dengan kondusif.
Dia juga menyebut, operasi dilakukan agar tak ada nyawa melayang gara-gara miras oplosan dan ilegal. “Kita lakukan operasi secara rutin, supaya tak ada nyawa melayang gara-gara miras oplosan dan ilegal,” tutupnya.(fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...