Pesta Sabu, Residivis Kembali Tertangkap


MALANG - Seorang residivis, BN, 39 warga Jalan Kertosentono, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang harus kembali merasakan dinginnya jeruji besi. BN ditangkap bersama dengan ponakannya, AS, 31, warga Jalan Balean Barat, Kelurahan Lowokwaru, akibat mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.
Kapolsek Kedungkandang, Kompol Suko Wahyudi, SH mengatakan, pelaku berhasil ditangkap ketika hendak melakukan pesta sabu.
“Waktu itu, BN sedang menyiapkan alat hisap untuk pesta sabu tersebut. Anggota kepolisian langsung mengamankan mereka,” terang dia.
Barang Bukti (BB) yang berhasil diamankan dari BN berupa 6 Paket plastik kecil berisikan serbuk putih yang diduga sabu-sabu, seperangkat alat hisap sabu (Bong), dompet dan ponsel. Sedangkan dari tangan AS berupa 1 poket sabu seberat 1/2 gram.
Suko melanjutkan, kepada petugas, BN memgaku membeli sabu dari salah satu kenalannya yang kini mendekam di LP Lowokwaru. “Pemesanannya melalui ponsel yakni 1/2 gram seharga Rp 650 ribu. Setelah transaksi deal, BN.kemudian menaruh uang di belakang patung robot di kawasan Rampal. Selanjutnya sabu tersebut dikirim melalui sistem ranjau dekat rel kereta api di dekat salah satu rumah sakit di Kota Malang,” kata dia.
Paket sabu tersebut kemudian dijadikan menjadi 6 poket yang rencananya akan dijual seharga Rp 150 ribu per poketnya. Sedangkan AS juga membeli sabu kepada napi dan BN yang dijadikan perantara. Kini petugas masih terus melakukan pengembangan untuk menangkap jaringan lainnya.
Suko menyebutkan, BS merupakan resedivis yang pernah masuk bui sebanyak tiga kali. Pada tahun 1999, ia sempat ditangkap karena kasus penganiayaan dan menjalani hukuman selama 10 bulan. Kemudian, pada tahun 2010, ia kembali ditangkap petugas terkait kasus penganiayaan dan dipenjara 1 tahun 1 bulan. Terakhir, tahun 2015 dia kembali ditangkap petugas terkait kasus penjualan pil dobel L dan dihukum 2 tahun dan baru bebas September 2017. Kini, ia harus kembali merasakan dinginnya jeruji besi untuk yang keempat kalinya
Suko menambahkan, sejauh ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan untuk membrantas predaran narkoba di Kota Malang. “Kedua tersangka berinisial BN dan AS. Meteka kami tangkap karena kasus narkoba. Poketan kecil SS tersebut oleh tersangka BN rencananya akan diedarkan di Kota Malang,” ujar Kompol Suko.(tea/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...