Pelaku Pembunuhan di Gondalegi Digelandang ke TKP


MALANG – Satreskrim Polres Malang, segera merampungkan berkas kasus perampokan disertai pembunuhan yang sempat menggemparkan warga Dusun Krajan, Jalan Kenanga, Desa Putat Lor, Gondanglegi, pada Rabu (18/4) lalu. Polisi tinggal menggelar rekonstruksi. Rencananya reka adegan akan dilakukan pada Sabtu (5/5) lusa.
“Sabtu rekonstruksi itu akan kami gelar. Sekarang kami sedang menyiapkan semua bahan untuk rekonstruksi tersebut,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda, siang kemarin.
Untuk lokasinya, Adrian mengaku masih mempertimbangkannya lagi. Namun, rencananya reka adegan pembunuhan tersebut, akan digelar di TKP atau rumah korban. Polisi akan melibatkan personil maksimal untuk mengamankan lokasi.
Dikatakannya, rekonstruksi ini dilakukan selain untuk melengkapi berkas perkara pembunuhan dan perampokan, juga untuk mencocokkan keterangan tersangka M Rizal Arif Santoso, 20 tahun. Pasalnya, polisi masih ragu dengan keterangan tersangka yang mengeksekusi korban dengan tangan kosong.
“Kami ingin tahu, apakah benar dengan tangan kosong, atau menggunakan benda tumpul. Fakta tersebut akan terungkap dalam rekonstruksi Sabtu nanti,” jelasnya.
Dalam pemeriksaan sebelumnya, Rizal mengatakan kalau dia melakukan pemukulan dengan tangan kosong. Ketiga korban, dipukuli beberapa kali pada bagian kepala, kemudian kepalanya dibenturkan pada lantai. Asbak dan toples kaca yang terdapat bercak darah dan ditemukan dekat tubuh korban, sama sekali tidak digunakan untuk memukul.
Sementara, untuk dua orang penadah berinisial R dan S, yang diamankan di Pasar Besar Malang, menurutnya masih sebatas saksi. Polisi terus mendalami keterlibatannya. Pasalnya, barang bukti emas yang dibeli dari tersangka M Rizal Arif Santoso, sudah dilebur.
Sekadar diketahui, Rabu (18/4) malam lalu, peristiwa perampokan disertai pembunuhan menggemparkan warga Dusun Krajan, Jalan Kenanga, Desa Putat Lor, Gondanglegi. Hj. Siti Khotijah, tewas dengan luka di kepala. Winarsih dan anaknya, yang merupakan pembantu sempat kritis akibat luka di kepala.
Polisi yang mendapat laporan, langsung melakukan penyelidikan dengan membentuk empat tim. Rabu (25/4) lalu, polisi berhasil menangkap M Rizal Arif Santoso, 20, yang merupakan cicit korban Hj. Siti Khotijah. Ia dibekuk saat mau pulang ke rumah ayahnya di Magetan. Dari penangkapan Rizal, akhirnya polisi mengembangkan dengan menangkap dua penadah di Pasar Besar Malang, yang kini masih sebagai saksi.(agp/jon)

Berita Lainnya :

loading...