Korban Tabrak Lari Operasi Jantung Robek

 
MALANG - Aksi dua pelaku curanmor ala Grand Theft Auto (GTA), Agus Supriono, 37, warga Desa Jatiguwi, Sumberpucung dan Ricky Yanuar, 26, warga Jalan Sampean Malang, membawa trauma seumur hidup bagi para korbannya. 
Dua orang itu, mengendarai mobil Toyota Avanza N 671 BW lalu menabrak dua pengendara motor di Jalan Letjen Sutoyo depan Simpang Luwe. Tahukah anda? Pengendara motor Honda Beat, N 6248 EEM yang ditabrak di Simpang Luwe, Nur Aini, 17, warga Desa Kidangbang, Wajak mengalami luka babras di wajahnya. 
Sedangkan, remaja yang dibonceng, Ulfiya Laili Rohmah, 17, warga Jalan Mulyoasri. Gondanglegi Wetan, mengalami luka dalam. Ulfiya sampai saat ini masih mendekam di unit perawatan intensif RSSA Malang. 
Dia mengalami jantung robek setelah ditabrak oleh dua maling motor yang nyabu sambil kebut-kebutan di jalan. Mereka pun terpaksa tidak bisa menjalankan pekerjaannya di toko jilbab Tanabang Jalan Bungur.
Sri Utami, karyawan Tanabang, membenarkan bahwa kedua korban tabrak lari adalah pegawai di toko penjual jilbab itu.
“Iya, mereka karyawan di sini, seperti magang itu. Pada hari kejadian, mereka masuk jam 1 siang, lalu pulang jam 5,” ujar Uut, sapaan akrabnya.
Menurut Uut, dua remaja itu baru saja bekerja di Tanabang selama kurang lebih satu minggu. Pekerjaan mereka adalah menjahit jilbab. Uut menjelaskan, dua remaja tersebut baru saja lulus dari pendidikan tingkat SMA. Dalam waktu dekat, keduanya juga akan melaksanakan wisuda di sekolah masing-masing. Namun, kejadian tersebut membuat keduanya trauma. 
“Saya sempat menjenguk dan memang parah luka wajah, babras parah. Dia sempat mau dirawat, tapi memilih obat jalan. Tapi sekarang sudah tak masuk kerja karena baru tabrakan itu,” kata Uut. 
Sementara, korban yang dibonceng sampai saat ini belum keluar dari RSSA Malang. Menurut dia, Ulfiya mengalami luka jantung. Dari kabar yang diterimanya, Ulfiya yang dibonceng mengalami jantung robek setelah ditabrak mobil nahas itu dari belakang. 
Uut mengatakan korban yang dibonceng sampai harus menjalani operasi agar nyawanya terselamatkan.
“Dia menjalani operasi karena jantungnya robek. Saya dengar masih dirawat sampai sekarang. Saya berharap, pelakunya mendapat ganjaran setimpal,” tutupnya. 
Sementara, Kasatreskrim Polres Malang Kota (Makota) S, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra mengatakan kedua pelaku tabrak lari sekaligus curanmor itu, sudah menjadi tersangka. Saat ini, petugas Reskrim Polres Makota masih melengkapi berkas-berkas yang diperlukan. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :