Polisi Mulai Periksa Korban Dugaan Penipuan PT KIS

 
MALANG – Laporan dua wanita yang mengaku korban dugaan penipuan bos PT Karya Indah Sukses (KIS) Litiansyah King diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Kamis (3/5) sore, Ira Muskandi Dewi 47 tahun dan warga Pakisjajar Pakis dan Ratih Mustikaningrum 44 tahun warga Tirtomoyo Pakis, menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Makota. Kamis (3/5) sore, mereka didampingi pengacaranya Fatimatuz Zahra SH.
 “Saat ini masih pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP),” kata Zahra kepada Malang Post dikonfirmasi sore kemarin. Ratih dan Ira, melaporkan dua kasus penipuan yang berbeda, dengan terlapor sama. Untuk kasus yang dilaporkan Ratih, King disangka menipu korban dengan menawarkan dua buah stand di pasar modern Blimbing.
Peristiwa ini, terjadi pada 27 Oktober 2015 di Hotel Regent Park Jalan JA Suprapto. Ratih menyerahkan uang senilai total Rp 200 juta. Rinciannya, Ratih menyerahkan bilet giro senilai Rp 39 juta, uang tunai Rp 5 juta secara langsung di lokasi, serta transfer secara berkala sehingga mencapai total Rp 200 juta.
“Janjinya, Pasar Blimbing akan dibangun pada 2016 dan saya akan menempati dua ruko yang saya beli di Pasar Blimbing pada 2017. Namun, stan yang dijanjikan sampai sekarang belum dibangun oleh dia. Saat saya hubungi dan temui, dia hanya janji-janji saja,” papar Ratih kepada wartawan.
Sementara, peristiwa yang dialami Ira terjadi pada 7 Maret 2016 dengan kasus yang berbeda. Ira melaporkan penipuan yang diduga dilakukan King, dengan kedok kerjasama investasi tambang. Awalnya, pada Oktober 2015 lalu, Ira bertemu dengan King di Atria Hotel. King lalu menawarkan kerjasama pengolahan hasil tambang.
Janjinya, Ira akan mendapatkan bagi hasil pada produksi keempat. Ira dijanjikan 80 persen keuntungan, sedangkan King mendapat 20 persen. Karena tertarik, Ira menyerahkan uang investasi tersebut pada 7 Maret 2016. Ira transfer uang lewat BTPN Jalan JA Suprapto dengan total nilai Rp 205 juta.
Pada transfer awal, Ira menyetorkan uang ke rekening istri King sejumlah Rp 25 juta. Setelah itu, Ira secara berkala transfer hingga total Rp 180 juta. Hanya saja, setelah uang ditransfer lunas, pembagian hasil produksi yang dijanjikan King, tidak diberikan kepada Ira.
Karena itulah, dia melaporkan King ke Polres Makota. Kapolres Makota, AKBP Asfuri menyatakan bakal menindaklanjuti dengan pemeriksaan terhadap korban, yang sudah berjalan.
“Dengan laporan tersebut, kami tindaklanjuti dengan penyelidikan,” kata Asfuri dikonfirmasi Malang Post.
Satreskrim Polres Makota, yang menangani laporan tersebut, memeriksa dua korban pelapor sampai sore. Kasatreskrim Polres Makota, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra membenarkan korban sedang diperiksa. 
“Setelah laporan, tentu kita ambil keterangan awal dari korban pelapor. Nanti kita lakukan pemeriksaan terhadap saksi dan melengkapi bukti,” ujar Ambuka dikonfirmasi.
Menurut Ambuka, kasus dugaan penipuan penggelapan yang dilaporkan oleh para korban, memiliki jejak digital yang terekam dalam catatan perbankan. Jika korban pelapor memiliki rekening koran yang bisa menunjukkan adanya aliran dana kepada terlapor, maka hal itu bisa dijadikan barang bukti.
“Karena itu, nanti kita lihat, perkembangan kasus ini seperti apa. Kita dalami semua keterangan dan barang bukti yang ada,” tambah Ambuka.
Sementara itu, legal officer PT KIS, Abdul Salam MBA SH MHum kembali membantah tuduhan penipuan bedak Pasar Blimbing yang dilakukan oleh King terhadap Ratih.
“Tidak ada istilah menipu. Gak ada. Ini semua harus dari itikad baiknya Pemkot Malang. PT KIS harusnya terima lahan kosong dari Pemkot Malang, supaya segera bisa dibangun. Jadi tidak ada unsur penipuan. Kalau tidak segera dibangun, itu bukan PT KIS, tapi Pemkot yang mbulet,” ungkap Salam dikonfirmasi.
Sementara, Salam mengaku tidak tahu menahu soal pelaporan Ira tentang dugaan penipuan investasi hasil tambang yang dilakukan oleh King. Dia tidak mendapatkan mandat untuk menangani kasus tersebut. Dia mengaku hanya berurusan dengan Pasar Blimbing sebagai legal officer PT KIS. (fin/han) 

Berita Lainnya :

loading...