Operasi Patuh Jaring 2200 Pelanggar


 
MALANG - Jumlah pelanggaran lalu lintas selama tujuh hari pelaksanaan operasi Patuh Semeru 2018 menunjukkan angka tinggi. Sekitar 2200 pengendara melanggar aturan dan terkena razia Satlantas Polres Malang Kota (Makota). 
Kasatlantas Polres Makota, AKP Ari Galang Saputro mengatakan operasi ini menyisir pelanggaran tujuh prioritas dari Korlantas Mabes Polri.
“Dari tujuh pelanggaran prioritas, kita menjaring 2200 pelanggar di jalanan Kota Malang dalam waktu tujuh hari operasi,” ungkapnya. 
Menurut Galang, dari sekian banyak pelanggar, polisi paling sedikit menemukan pengguna kendaraan bermotor yang mabuk-mabukan saat berkendara. Sedangkan, menanggapi soal maraknya aksi curanmor di Kota Malang baru-baru ini, Galang mengatakan pihak Lantas Polres Makota siap mengintensifkan operasi. 
Terutama, kendaraan-kendaraan yang bodong saat dioperasi. Dia mengimbau masyarakat untuk membawa surat lengkap, untuk memudahkan polisi menjaring pelaku curanmor.
“Ada sepeda motor yang bodong saat kena operasi, tapi ketika diminta membawa surat, mereka bisa menunjukkan,” tambahnya. 
Dari data yang dihimpun, rata-rata pelanggaran Operasi Patuh Semeru 2018 dibandingkan tahun lalu, tidak mengalami perubahan drastis. Tahun 2017 lalu, setelah 10 hari operasi, jumlah rata-rata pelanggaran per hari adalah 318 pelanggaran.
Sedangkan, tahun 2018 ini, jumlah pelanggaran per hari setelah dirata-rata mencapai 322 pelanggaran. Kanit Turjawali Satlantas Polres Makota, Ipda Luhur Santoso memaparkan, operasi telah dilakukan sejak 26 April sampai 4 Mei 2018. Pada hari pertama, ops Patuh menjaring total 201 pelanggar.
“Hari kedua, kita menilang 363 pelanggar. Hari ketiga, jumlahnya meningkat menjadi 425 pelanggar. Penurunan terjadi pada hari keempat, karena pelanggar yang terjaring adalah 134 orang,” ungkapnya. 
Memasuki hari kelima, pelanggar meningkat lagi, dengan jumlah pelanggar 443. Hari keenam dan ketujuh, masing-masing telah terjadi pelanggaran lalu lintas sebanyak 291 orang dan 397 orang. Jika ditotal, maka jumlah pelanggaran mencapai 2254 orang. (fin/mar) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...