Limpahkan Berkas Pungli Siswanto

 
MALANG - Dugaan pungutan liar (pungli) Kades Kalisongo, Dau, Siswanto memasuki babak baru. Satreskrim Polres Malang  melimpahkan berkas tahap dua ke Kejari Kepanjen, Rabu (2/5) lalu. Siswanto menjadi tersangka pungli pengurusan surat IPPT, IMB dan HO. Polisi menyita barang bukti uang sebesar Rp 7,5 juta. 
“Berkas Kades Kalisongo, sudah selesai dan dilimpahkan ke Kejari Kepanjen. Setelah berkas yang kami kirimkan pertama dinyatakan lengkap atau P21," ungkap Ketua Tim Saber Pungli, Kompol Decky Hermansyah. 
Dengan pelimpahan tahap dua tersebut, Siswanto sudah menjadi tahanan Kejari Kepanjen. Selanjutnya ia akan menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya. Siswanto dijerat dengan Pasal 12 (e) sub Pasal 11 Undang-Undang Tipikor, dengan ancaman 20 tahun penjara 
“Semua kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang kami tangani sudah selesai semuanya. Ada tiga kasus, yakni Kades Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, kemudian Kades Saptorenggo, Pakis dan Kades Kalisongo ini,” jelas Wakapolres Malang itu. 
Seperti diketahui, Rabu (14/2) lalu, gabungan Tim Saber Pungli Pusat Jakarta dan Tim Saber Pungli Polres Malang, melakukan OTT terhadap Siswanto. Dia ditangkap di Kantor Desa Kalisongo, sesaat setelah menerima uang pungli pengurusan surat IPPT, IMB dan HO.
Siswanto terbukti melakukan pungli terhadap korban berinisial SP, atas pengurusan IPPT, IMB serta HO lahan seluas sekitar 2 hektar di Desa Kalisongo, Dau. Dalam pengurusan surat izin tersebut, Siswanto telah meminta uang sebesar Rp 140 juta kepada SP, sejak tahun 2017 lalu. 
Pembayarannya dilakukan secara bertahap. Termin pertama dan kedua, Siswanto telah menerima uang masing-masing sebesar Rp 10 juta, kepada SP, pada tahun 2017 lalu. Kemudian pada saat menerima pembayaran termin ketiga sebesar Rp 7,5 juta, dia dibekuk. (agp/mar)

Berita Lainnya :