Heboh Wanita Bunuh Diri di Jembatan Sengguruh


 
MALANG - Menjelang Jumat (4/5) dini hari, beberapa pemancing di Bendungan Sengguruh dihebohkan dengan kabar seorang wanita yang bunuh diri dengan cara loncat dari atas jembatan bendungan tersebut. Wanita itu yakni Supriati, 49, warga Desa Jenggolo, Kepanjen.
Kabar hilangnya ini, dikemukakan Angga, keponakan wanita tersebut. Kepada warga dan pemancing, dia mengatakan bila Supriati pergi dari rumah, Kamis (3/5) sekitar pukul 12.00 untuk membeli es. Namun hingga malam, wanita ini tidak kembali ke rumahnya. Keluarganya pun cemas.
Mereka takut terjadi sesuatu pada diri korban. Sebab informasi dari keluarganya, kondisi kejiwaan Supriati sedikit terganggu.  Keluarga khawatir korban berusaha untuk bunuh diri. Beberapa kali, Supriati mengaku ingin bunuh diri dengan cara terjun dari jembatan Sengguruh.
“Hilangnya korban ini, akhirnya mencuat. Selain menghubungi perangkat desa, keluarga juga melapor ke petugas Polsek Kepanjen dan anggota SAR,” kata Sarianto, salah satu relawan SAR yang melakukan pencarian.
Pencarian pun dilakukan pada malam itu. Namun Supriati tidak ditemukan. Hanya sepeda ontel yang ditemukan dekat jembatan Gampingan, yang merupakan perbatasan antara Kecamatan Kepanjen dan Kecamatan Pagak. Warga dan keluarga menduga bahwa korban benar-benar bunuh diri. Kecurigaan semakin menguat dengan keterangan Karso, 58, warga sekitar.
“Saksi sempat melihat korban dengan menggunakan pakaian serba merah bersandar di pagar jembatan sekitar pukul 17.30,” tambah anggota BPBD Kabupaten Malang ini.
Akhirnya anggota SAR dibantu warga menyisir sungai dari bawah jembatan. Namun tubuhnya tidak ketemu. Baru sekitar pukul 01.50, ada seorang warga yang memberitahu ada seorang perempuan dengan ciri-ciri sama di rumah warga. 
“Sudah ditemukan. Kondisinya sehat tidak mengalami luka apapun, hanya seperti orang linglung. Begitu ditemukan langsung dibawa pulang oleh keluarganya,” tegasnya.
Kanitreskrim Polsek Kepanjen, Iptu Supriyadi juga membenarkan penemuan itu. Begitu dicek ternyata benar Supriati. Kondisinya masih sehat tanpa ada luka sedikitpun.
“Kecurigaan awalnya memang bunuh diri. Kami bersama warga sempat menyisir di bawah jembatan namun tidak ketemu,” terangnya. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...