Wanita Sumbersuko Gelapkan Motor


 
MALANG – Penggelapan dengan modus pura-pura meminjam motor lalu kabur, terjadi di desa Sumbersuko Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Motor Honda Grand N 4656 FF milik, Eko Santoso, 29, warga Desa Sumbersuko, Tajinan, dibawa kabur oleh seorang wanita bernama Yatima Luluk Nuraida, 58, warga Sumbersuko Tajinan, Sabtu 28 April 2018 lalu.
Motor tersebut belum kembali sampai sekarang. Korban menuturkan, peristiwa ini berawal dari korban yang didatangi pelaku. 
“Dia mendatangi saya, menyatakan niatnya untuk meminjam motor, dengan alasan ingin pergi ke Gadang. Saya pinjamkan karena dia satu kampung,” kata Eko kepada Malang Post dikonfirmasi kemarin.
Setelah ditunggu-tunggu, ternyata motor tersebut tidak kunjung kembali. Eko mendatangi rumahnya untuk mencari motornya. Namun, kendaraan maupun wanita tersebut tidak berada di rumah. Setiap hari sampai Sabtu 5 Mei 2018, dia mengaku berusaha mencari keberadaan wanita yang membawa motornya.
Namun dia masih tak bisa menemukan sosok wanita yang meminjam motornya dan kabur itu. Menurutnya, ciri-ciri wanita yang membawa kabur motornya tersebut adalah berkulit cokelat kehitaman. 
“Tinggi badannya sekitar 150 sentimeter,” ungkap Eko sembari menunjukkan KTP terduga pelaku yang mengambil kendaraannya.
Dalam KTP tersebut, wanita ini beralamat di dusun Krajan desa Ringinkembar Sumbermanjing Wetan. Dia mengatakan saat ini sedang berkeliling daerah Gadang untuk mencari keberadaan sepeda motor miliknya. Sementara, rumah yang ditinggali wanita yang membawa lari itu masih kosong sampai sekarang.
“Saya belum laporan polisi, karena masih berharap motor saya kembali. Ini saya cari-cari di jalan, di Gadang dan sekitarnya, tapi masih belum ketemu. Saya harap kalau ada yang melihat bisa menghentikan orang itu dan motor milik saya,” tambahnya. 
Sementara itu, kepolisian meminta warga yang merasa menjadi korban kejahatan, untuk melapor ke kantor polisi terdekat. Kasubbag Humas Polres Malang, AKP Farid Fathoni menegaskan kantor polisi terbuka 24 jam untuk masyarakat yang merasa menjadi korban kejahatan.
“Jika menjadi korban kejahatan, maka diimbau untuk segera melapor agar penyelidikan dilakukan petugas,” tutupnya. (fin/jon/mar) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :