Korban PT KIS Bertambah Banyak, Pejabat di Kabupaten Malang Tertipu Rp 427 Juta


MALANG – Korban penipuan PT Karya Indah Sukses Litiansyah King, ternyata juga merambah pejabat, salah satunya adalah Nasril, SH, pejabat di Kabupaten Malang. Kepada Malang Post, Nasril mengaku tertipu sebesar Rp 427 juta.
“Kasus penipuan ini, sudah saya laporkan ke Polres Malang Kota sekitar sebulan lalu. Namun sampai sekarang, kok belum ada perkembangan penyelidikannya,” ujar Nasril, ketika dikonfirmasi via telepon selular.
Penipuan yang dialaminya ini, terjadi pada 2015 lalu. Sebelumnya, Nasril mengaku tidak kenal dengan King. Ia mengenal King, lewat seorang temannya. Perkenalan itu pun, diakui terjadi secara tidak sengaja. Nasril bertanya perkembangan Kota Malang ke depan, nah, oleh sang teman ia ditawari sebuah ruko yang akan dibangun oleh PT. KIS di sekitar Pasar Blimbing. Semua ruko dikatakan sudah terjual dan segera dibangun. Karena tertarik, akhirnya Nasril dipertemukan dengan King.
Dalam pertemuan bertiga itu, King langsung mempresentasikan ruko yang akan dibangun. Karena tertarik dan percaya dengan teman yang mengenal King, tanpa kroscek terlebih dahulu Nasril pun menyutujui untuk mengambil satu unit ruko. Nilainya sekitar Rp 1,5 miliar.
“Namun belum saya lunasi. Saya baru membayar DP saja sekitar Rp 472 juta. Pembayarannya saya transfer beberapa kali dan ada bukti transfer,” jelasnya, sembari mengatakan bahwa King menjanjikan pembangunan ruko secepatnya diselesaikan.
Tetapi karena sampai tiga tahun tidak ada perkembangan pembangunan, Nasril lantas melayangkan surat teguran atau somari ke PT KIS. Sekali somasi yang dikirimkan tidak ada respon, Nasril yang mengaku bahwa dirinya telah tertipu akhirnya melaporkan ke Polres Malang Kota.
“Dari laporan itu, saya sudah menghadap Kapolres dan berdiskusi dengan Kasatreskrim. Bahwa apa yang dilakukan oleh King, merupakan tindak pidana penipuan murni. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan Pemda,” terangnya.
Karenanya, Nasril berharap kasus penipuan ini segera diusut. Karena banyak korban berjatuhan yang menjadi penipuan King. Bahkan, sebelum dia melaporkan ke polisi sebulan lalu, sudah banyak yang laporan.
“Ini murni penipuan. (Polisi) Tidak perlu menunggu memeriksa saksi dari Pemda. Karena belum ada izin, King bermain sendiri dengan menawar dan menjual ruko,” paparnya.
Sementara itu, Polres Makota menerima semua laporan dan pengaduan yang masuk terkait kasus penipuan penggelapan yang diduga dilakukan bos PT KIS. Secara normatif, menurut Kasatreskrim Polres Makota, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra, semua laporan sangat penting untuk membantu penyelidikan petugas.
“Semua laporan tidak ada yang ditolak. Kita sedang memroses laporan itu. Karena sekarang sedang penyelidikan, kita mendalami semua laporan yang masuk dan berkaitan dengan terlapor,” kata Ambuka dikonfirmasi Malang Post kemarin. Dia menerangkan, proses pemeriksaan saksi dan korban masih terus berjalan sampai sekarang.
Ambuka mengatakan, penyidiknya tengah menyusun semua keterangan saksi dan korban sebagai bahan penyelidikan. Pemeriksaan barang bukti yang dibawa oleh para korban pelapor juga dipelajari oleh penyidik. Mantan Kasatnarkoba Polres Banyuwangi itu tidak menutup kemungkinan untuk memanggil terlapor untuk dimintai keterangan.
“Pada saatnya akan dipanggil, karena keterangan terlapor harus diambil oleh penyidik untuk menindaklanjuti laporan dari para korban,” ungkap Ambuka normatif.(agp/fin/han)

Berita Lainnya :

loading...