magista scarpe da calcio Bayi Laki-laki Dibuang di Pinggir Sungai


Bayi Laki-laki Dibuang di Pinggir Sungai

 
MALANG - Suara tangisan bayi yang sangat kencang pagi kemarin, didengar oleh Ponidi, 44, warga Dusun Krajan Wendit Utara, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu, ditemukan tergeletak di pinggir sungai irigasi hanya dengan alas selimut. Bayi itu menangis diperkirakan karena kedinginan, lantaran tanpa terbungkus sehelai kain pun.
Setelah diangkat, bayi tersebut lantas dibawa ke rumah bidan Nurul, yang tak jauh dari lokasi penemuan. Selanjutnya untuk menyelamatkan nyawanya, bayi itu lalu dilarikan ke Puskesmas Pakis. Dugaan sementara, bayi itu sengaja dibuang setelah dilahirkan karena tali pusarnya masih ada.
"Saya tidak tahu bayi siapa. Karena saat saya temukan tidak ada orang sama sekali," kata Ponidi.
Pagi itu sekitar pukul 05.30, saksi berniat jalan-jalan. Aktivitas ini dilakukan setiap pagi hari. Ketika jalan-jalan di pinggir sungai irigasi yang kering, Ponidi mendengar suara tangisan bayi.
Semula Ponidi tidak menghiraukan suara tangisan itu. Namun karena semakin kencang, akhirnya ia mencari sumber suara tersebut. Alangkah kagetnya, begitu ketemu ternyata sumber suara itu adalah bayi yang dibuang.
Ponidi yang ketakutan lantas berteriak memanggil Hasbullah, tetangganya. Kemudian mereka berdua segera membawa bayi itu ke bidan. Sebagian warga lainnya melaporkannya ke petugas Polsek Pakis.
Dari pemeriksaan, kondisi bayi masih sehat. Jantung, kulit, mata serta lainnya masih normal. Panjang badannya 41 sentimeter dan berat badannya 2000 gram (2 kilogram).
Kapolsek Pakis, AKP Hartono, mengatakan masih melakukan penyelidikan. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap siapa pelaku pembuangan bayi tersebut. Termasuk menyebar anggota dan berkoordinasi dengan Polsek jajaran untuk mendata warga yang baru melahirkan.
"Masih kami dalami dan selidiki. Kemungkinan bayi tersebut dibuang oleh orangtuanya ketika tengah malam," jelas Hartono.
Sementara itu, pasca penemuan bayi tersebut beberapa warga yang ingin mengadopsi. Salah satunya adalah perangkat Desa Mangliawan. Untuk sementara bayi malang tersebut dirawat di Puskesmas Pakis.(agp/jon)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top