Jual Motor Beat Hanya Rp 1,5 Juta

 
MALANG - Masyarakat harus berhati-hati jika membeli barang yang harganya tidak wajar. Bisa-bisa, barang yang dijual merupakan hasil kejahatan. Seperti yang dilakukan  Mustofa, warga Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi.
Pria berusia 31 tahun tersebut, dibekuk Unit Jatanras Reskrim Polres Malang karena diduga terlibat kasus curanmor. Ia bertindak sebagi penjual hasil pencurian kendaraan bermotor. Sebagai barang buktinya, polisi mengamankan dua unit motor Honda Beat tanpa nopol.
"Tersangka Mustofa ini hanya perantara untuk menjual motor curian. Sedangkan untuk pelaku utamanya berinisial B, saat ini masih buron," ujar Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Ahmad Taufik.
Penangkapan Mustofa, berawal dari informasi masyarakat. Petugas mendapat laporan kalau ada motor Honda Beat dijual dengan harga murah, tanpa dilengkapi dengan surat-surat lengkap. Dari informasi itu, kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan.
Hasilnya diketahui kalau motor tersebut hasil dari kejahatan. Motor Honda Beat itu dicuri di wilayah Desa Urek-urek, Kecamatan Gondanglegi. Akhirnya petugas mendalami dengan berpura-pura sebagai pembeli.
Setelah nego, akhirnya disepakati dengan harga Rp 1,5 juta. Kemudian petugas dengan tersangka mengadakan janjian di pinggir Jalan Raya Desa Sukonolo, Bululawang, untuk transaksi. Begitu tersangka datang, petugas langsung menangkap Mustofa.
Sedangkan temannya berinisial B, yang saat itu bersamanya kabur ke kebun tebu setelah mengetahui kedatangan polisi. "Mereka ini merupakan jaringan pelaku curanmor. Kemungkinan TKP pencurian yang dilakukan lebih dari sekali," tutur Ahmad Taufik.
Sementara itu, saa diperiksa Mustofa mengaku hanya suruhan untuk menjual saja. Ia mengatakan baru sekali itu saja, dan dijanjikan akan mendapat bagian uang jika motor curian tersebut lalu terjual.
"Saya tidak ikut mencuri motor, hanya membantu menjualkan saja. Jika laku Rp 1,5 juta saya mendapat bagian separohnya," ucap tersangka Mustofa.(agp/jon)       

Berita Lainnya :