Tangkap Dua Pedofil Predator di Bakalan Krajan

 
MALANG - Predator pedofilia muncul di kawasan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Seorang oknum pengajar bernama Mustaram, 33 tahun dan oknum tukang kebun Sofi, 35 tahun di sebuah lembaga pendidikan di Jalan Pelabuhan Tanjung Perak, Bakalan Krajan Sukun, diamankan Polres Makota.
Keduanya disangka menyodomi tiga orang anak di bawah umur yang menghuni asrama lembaga pendidikan tersebut. Kasatreskrim Polres Makota AKP Ambuka Yudha Hardi Putra membenarkan pengungkapan kasus predator anak serta kesuksesan penangkapan terhadap pelaku.
“Benar, sekarang berkasnya sedang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak. Pelaku ditahan di Polres Makota,” kata Ambuka kepada Malang Post. 
Tiga korban, inisial A 8 tahun, M 9 tahun dan T 8 tahun, menjadi saksi korban yang ikut diperiksa penyidik. Kesaksian mereka menjadi jalan bagi petugas untuk menjebloskan predator anak ke tahanan.
Pelaku kini diamankan di sel tahanan Polres Makota untuk menjalani pemeriksaan penyidik PPA. Terbukanya berita penahanan predator anak berawal dari sebuah unggahan di Facebook oleh netizen, Sabtu 5 Mei 2018 lalu sekitar pukul 22.00 WIB. Dalam postingan tersebut, muncul foto terduga pelaku predator anak.
Postingan ini juga memunculkan foto seorang anak yang tidak terlihat wajahnya, sedang bersama petugas kepolisian. Dalam keterangan foto itu, disebutkan Mustaram adalah oknum pengajar di lembaga pendidikan tersebut. Sementara, Sofi adalah oknum tenaga kerja yang menjadi tukang bersih-bersih di lembaga tersebut.
Sabtu malam sekitar pukul 22.00, dua oknum tersebut digelandang ke Polsek Sukun oleh orangtua saksi korban. Dari informasi yang diterima, para saksi korban menceritakan perlakuan dua oknum tersebut kepada orangtuanya. Mereka mengaku diperlakukan secara tidak senonoh di dalam areal lingkungan sekolah asrama tersebut.
Dengan polos, mereka menceritakan perlakuan sodomi yang dilakukan oknum pelaku. Orangtua yang tidak terima, mendatangi oknum pelaku, dan menggelandangnya ke Polsek Sukun. 
Kapolsek Sukun Kompol Anang Tri Hananta membenarkan Sabtu malam lalu, pelaku dibawa ke kantor polisi. Tiga anak laki-laki yang menjadi korban juga didatangkan di kantor polisi dan menceritakan peristiwa tersebut kepada petugas. Menurut penuturan para korban, masih banyak anak lain yang menjadi korban. 
Malang Post mencoba mendatangi tempat tersebut Minggu (6/5) siang untuk melakukan konfirmasi kepada penghuni lembaga pendidikan itu. Namun, tidak orang satu pun di sekolah ini. Sebuah rumah di sebelah gedung asrama lantai dua, juga seperti kosong karena tak ada jawaban dari dalam ketika Malang Post menyampaikan salam.
Kepolisian sendiri, saat ini masih mendalami keterangan dari korban serta menggali informasi dari pelaku. Kendati demikian, Polres Makota memastikan pelaku sudah menjadi tersangka. Karena, proses hukum sudah ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan.“Saat ini sedang proses sidik,” tutup Ambuka. (fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :