Bayar Rp 1,5 Miliar, Ditagih, Hanya Diberi Janji


MALANG – Tiga laporan tentang dugaan penipuan penggelapan yang dilakukan oleh Litiansyah King bos PT Karya Indah Sukses (KIS) menyeruak beberapa hari terakhir. Namun, sebelum tiga laporan penipuan ini masuk ke Polres Makota, sudah ada laporan dugaan penipuan penggelapan yang dilaporkan oleh pengacara Gunadi Handoko mewakili kliennya.
Korban pelapor, inisial IR 51 tahun asal Tidar Kecamatan Sukun yang diwakili oleh Gunadi, merupakan pelapor kasus penipuan penggelapan pertama ke Polres Makota pada Juli 2017. “Klien saya pelapor pertama. Sampai sekarang saya masih merepresentasikan klien saya untuk menanti kejelasan kasus yang kami laporkan ini,” kata Gunadi kepada Malang Post dikonfirmasi kemarin.
Menurut Gunadi, IR telah mengeluarkan uang sebanyak Rp 1,5 miliar, dengan janji bisa menempati tiga kios di Pasar Blimbing yang dibangun PT KIS. Gunadi memaparkan, IR dan dua orang anggota keluarga, urunan untuk membeli kios di Pasar Blimbing. Pembelian itu dilakukan saat PT KIS berencana membangun Pasar Blimbing pada 2010.
Namun, setelah 7 tahun berjalan, Pasar Blimbing tidak segera terbangun. Tiga orang yang membeli tiga kios di Pasar Blimbing merasa PT KIS tidak bisa memenuhi janji. Saat ditagih, PT KIS juga hanya semayan (janji). Sehingga, Gunadi menerima mandat dari tiga orang yang masih famili tersebut, untuk mengadu sebagai korban pelapor dugaan penipuan penggelapan.
Tiga kliennya sudah dipanggil saat Kapolres Makota masih dijabat oleh AKBP Hoiruddin Hasibuan pada 2017. Namun sampai kini, Gunadi belum menerima perkembangan terbaru terkait laporan tersebut. Sebagai advokat, dia berharap Kapolres Makota AKBP Asfuri bisa menjadikan problem ini sebagai atensi.
“Saya berharap laporan masyarakat ini menjadi atensi kepolisian, karena banyak masyarakat yang sudah dirugikan PT KIS,” ujarnya. Sementara itu, Kapolres Makota AKBP Asfuri menegaskan pihaknya serius menangani semua kasus dan laporan yang masuk ke SPKT. Termasuk kasus dugaan penipuan penggelapan dengan terlapor Litiansyah King.
Dua laporan baru yang dilayangkan oleh korban pelapor Ira Muskandi Dewi 47 warga Pakisjajar, Kecamatan Pakis dan Ratih Mustikaningrum 44 tahun warga Tirtomoyo Pakis, menjadi jalan masuk Polres Makota untuk menyelidiki kasus yang berkaitan dengan Pemkot Malang dalam merevitalisasi Pasar Blimbing itu.
“Sekarang ini masih proses penyelidikan terlebih dahulu. Kan laporan tersebut sudah ada, kami bisa melakukan tindak lanjut. Kita bisa melakukan pemeriksaan korban, juga mengambil keterangan dari saksi, juga mengumpulkan bukti-bukti. Tahapan sekarang masih awal,” jelas Asfuri kepada Malang Post dikonfirmasi terpisah soal kelanjutan kasus laporan penipuan King.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ratih melaporkan King ke Polres Makota karena merasa ditipu soal pembelian dua buah stand di Pasar Blimbing dengan nilai total Rp 200 juta. Ratih tidak segera menerima dua ruko yang dijanjikan oleh King. Sedangkan, kasus yang dialami oleh Ira, tidak berkaitan dengan Pasar Blimbing.
Ira, ditawari kerjasama pengolahan hasil tambang oleh King pada Oktober 2015. Dia dijanjikan pembagian keuntungan 80 persen, dengan syarat mentransfer investasi uang Rp 205 juta. Tapi, sama seperti Ratih, janji keuntungan bisnis tambang tidak pernah diberikan kepada Ira, walaupun sudah menagih kepada King.(fin/han)

Berita Lainnya :