Predator Anak Diancam 15 Tahun


 
MALANG - Dua tersangka kasus sodomi di sebuah asrama lembaga pendidikan berbasis agama di kawasan Jalan Pelabuhan Tanjung Perak, Bakalan Krajan Malang, terancam pasal berat. Jika terbukti bersalah, maka keduanya bisa dijerat dengan UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Pasalnya, dari data yang dihimpun, peristiwa pencabulan yang diduga dilakukan oleh dua predator anak tersebut, terjadi April 2018 lalu. Salah satu sumber Malang Post menerangkan bahwa Mustaram, 34, asal NTB dan Sofi’i, 30, warga Sukun, merupakan orang baru di asrama lembaga pendidikan itu.
Mustaram, merupakan seorang mahasiswa S3 di salah satu kampus negeri Kota Malang. “Pada Januari 2018, dia ditampung oleh pemilik lembaga, untuk membantu mengajar ngaji anak-anak kampung. Mereka yang mengaji di lembaga, juga merupakan anak dari warga yang ikut membantu proses pembangunan lembaga hingga diresmikan 2017,” ujar sumber tersebut.
Karena antusiasnya warga sekitar untuk mengirim anak-anaknya mengaji di lembaga tersebut, pihak pemilik lembaga kewalahan. Akhirnya, kebetulan Mustaram yang sedang menyelesaikan program doktoral di salah satu kampus di Malang, mengenal pemilik lembaga.
Sehingga, Mustaram ditampung di lokasi tersebut. Selain itu, Sofi’i yang juga warga Sukun, diminta membantu bersih-bersih di lembaga itu. Namun, kepercayaan tersebut ternyata berbuah pahit. Dua predator anak tersebut, melakukan tindakan sodomi terhadap anak laki-laki yang masih berusia di bawah 9 tahun.
Selain itu, dari data yang diterima Malang Post, korban anak-anak juga mengaku kepada polisi, bahwa mereka disuruh menghisap (maaf) alat kelamin pelaku pencabulan. Peristiwa pencabulan ini terjadi pada akhir April 2018, dan baru diadukan oleh salah satu korban pada 5 Mei 2018 ini.
Kasatreskrim Polres Malang Kota (Makota), AKP Ambuka Yudha Hardi Putra menjelaskan saat ini proses pemberkasan masih berjalan untuk kedua tersangka. “Dua tersangka terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun,” katanya. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :