Hunter Makota Bekuk Begal Polehan


 
MALANG - Tim Hunter Polres Malang Kota (Makota) sukses meredakan keresahan masyarakat akibat pelaku begal yang berkeliaran. Satu dari tiga pelaku pembacokan Ahmad Ervanto, 32, warga Tumpang di sekitar pemakaman umum Polehan, dicokok. 
Pelaku yang ditangkap berinisial JMD alias Kacong, 28, warga Jalan Muharto, Kotalama Malang. Kacong terciduk saat asyik nongkrong di Jalan Trunojoyo, Malang. Kasatreskrim Polres Makota, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra membenarkannya. Dia mengatakan, pelaku ditangkap oleh tim Hunter yang berhasil mengendus informasi soal identitas maupun keberadaannya.
“Kita menangkap satu pelaku di kawasan Jalan Trunojoyo pukul 01.15,  dia sedang nongkrong saat kita buntuti,” kata Ambuka.
Perwira polisi dengan pangkat tiga balok emas di pundaknya ini menjelaskan, pelaku tergolong brutal dan nekat saat melaksanakan aksi kejahatannya. Ambuka menyebut sebagai raja tega yang tidak berkedip ketika melayangkan celuritnya untuk melukai korban. 
Tak heran, Ambuka mengerahkan petugas Hunter Makota untuk secepatnya menangkap pelaku agar tidak meresahkan masyarakat Kota Malang.
“Dia pelaku kejahatan yang brutal. Saat ini,  dua pelaku lain masih diburu,” tegasnya. 
Polres Makota, kata dia, serius dalam membersihkan jalanan dari kejahatan 3C yakni curanmor, curat dan curas. Kacong dan komplotannya masuk dalam katagori pelaku kejahatan curas, pencurian dengan kekerasan.
Ambuka mengatakan, penangkapan terhadap Kacong dilanjutkan dengan penggeledahan tempat persembunyian pelaku. Saat mendatangi lokasi persembunyian pelaku di Jalan Muharto, polisi menemukan berbagai barang bukti.
Barang-barang itu, menjadi hasil pelaku melakukan pembegalan di kawasan Kota Malang. Yaitu, tiga sepeda motor jenis Suzuki Satria FU, Yamaha Mio dan Honda Beat. Polisi juga menyita KTP korban, STNK motor, satu tas hitam dan satu surat pajak motor.
“Pancor dan celurit ikut diamankan karena senjata inilah yang diduga menjadi alat untuk mengancam dan melukai korban. Kami perintahkan kepada dua temannya untuk menyerahkan diri. Jika tidak mau menyerah, maka kami tindak tegas,” pungkasnya. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :