Dijual Jadi Purel, Polisi Buru Dua Wanita PL


MALANG – Satreskrim Polres Malang, terus mengembangkan kasus trafficking yang dialami dua remaja asal Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Kini polisi sedang memburu dua orang wanita yang menjadi petugas lapangan (PL), untuk mempekerjakan kedua korban sebagai Lady Companion (LC) di Papua.
“Kami masih memburu orang yang merekut kedua korban untuk dijadikan sebagai purel. Identitas mereka sudah kami ketahui, hanya sekarang masih kami selidiki keberadaannya,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda.
Dua orang wanita yang kini diburu tersebut, masing-masing berinisial S, warga Kecamatan Dampit. Dia ini adalah wanita yang mencari dan merekut korban untuk diberangkatkan ke Papua. Sedangkan satu lagi berinisial L, warga Kecamatan Sumbermanjing Wetan.
L, yang diketahui memiliki KTP Papua ini, merupakan pemilik café yang menjadi tempat persinggahan kedua korban. Diahlah yang menjadikan kedua korban sebagai pemandu lagu atau Purel pada sebuah karaoke miliknya di Papua.
Apakah ada korban lain selain kedua remaja asal Kecamatan Sumbermanjing Wetan? Adrian mengatakan masih belum mengetahui. Namun kemungkinan ada korban lain, yang juga dijadikan LC. Hanya sejauh ini, dikatakannya baru dua orang yang melapor menjadi korban perdagangan manusia.
“Nanti ketika pelaku sudah tertangkap, pastinya akan terungkap semuanya. Sekarang anggota masih di lapangan untuk memburu pelakunya,” jelasnya.
Sekadar diketahui, dua remaja asal Kabupaten Malang, menjadi korban trafficking. Sebut saja namanya Maria dan Sinta. Mereka 'dijual' oleh seseorang untuk dijadikan Lady Companion (LC) pada salah satu tempat karaoke di Papua.
Minggu lalu, keduanya berhasil diselamatkan oleh Satreskrim Polres Malang, dengan menjemput langsung ke Papua. Malam tadi, keduanya sudah tiba di Malang dan langsung diantarkan pulang ke rumahnya di Kecamatan Sumbermanjing Wetan.(agp/jon)

Berita Lainnya :

loading...