Rawan Permasalahan Hukum, Sosialisasi Fungsi BHP Surabaya


MALANG - Untuk kesekian kalinya, Balai Harta Peninggalan (BHP) Surabaya menyosialisasikan fungsi dan tugas mereka terutama terkait perwalian, pengampuan, ketidakhadiran dan harta tak terurus. Sosialisasi di Hotel Savana Malang ini, diberikan kepada instansi yang memiliki korelasi hubungan kerja dengan BHP.
Mulai dari unsur pengadilan, notaris, dinas perumahan dan cipta karya, perbankan, BPN, BPJS termasuk LSM. Hal ini diungkapkan Ketua BHP Surabaya, Dulyono, SH, MH. Kepada Malang Post, masih banyak instansi dan masyarakat yang kurang mengetahui tentang fungsi BHP. “Banyak pertanyaan dari peserta terutama tentang masalah ketidakhadiran,” katanya.
Ia menyontohkan, seperti harta gono gini yang tidak bisa dijual oleh istri karena suaminya sudah tidak diketahui keberadaannya. Sang istri tidak bisa menjual, padahal hasilnya sangat dibutuhkan untuk kepentingan keluarga. “Kasus seperti ini, istri bisa mengajukan permohonan ketidakhadiran suami kepada pengadilan,” tuturnya, kemarin.
“Nanti BHP Surabaya akan ditunjuk untuk mewakili tindakan hukum terkait dengan yang tidak hadir tadi. BHP mewakili penjualan aset-aset milik suami. Bukan berarti aset tersebut diambil BHP, tapi hanya mewakili prosesnya saja,” papar Dulyono. Namun kalau istri, suami atau keluarga tidak hadir, maka aset tersebut akan diambil alih oleh BHP.
“Tapi materil tetap berada di hak siapa yang menguasai sekarang. Kalau aset tersebut ingin menjadi hak milik, siapa yang menguasai harus menempuh mekanismenya. Mulai dari penetapan ketidakhadiran pemilik aset ke pengadilan serta petitum penetapan penunjukan BHP. Nah, secara formil, aset itu dalam penguasaan dan pengawasan BHP,” urainya.
Setelah itu, izin untuk membeli dilayangkan ke Kementerian Hukum dan HAM melalui BHP. “Nanti, BHP yang ajukan sampai ada tim turun Irjen dan Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU) untuk meneliti kebenaran formal surat-surat tadi. Materil juga ditinjau apa saja asetnya. Setelah memenuhi syarat, barulah keluar surat,” tegas pria ini.
Yakni surat tentang kelengkapan persyaratan dan pelaksanaan izin jual ke pengadilan. Setelah pengadilan setuju, maka mengangkat appraisal untuk menaksir harta yang tak hadir tadi. BHP mengajukan kembali ke Kemenkumham izin pelaksanaan penjualan. Proses penjualan bisa dilaksanakan di notaris,” lanjut Dulyono.
Masih menurut pria ramah ini, pihak yang tidak hadir ini, tidak tertutup kemungkinan akan muncul. Ia menjelaskan, hak pihak yang tidak hadir tadi, juga tidak serta merta hilang. Namun bila sudah terlaksana penjualan, bukan aset yang diserahkan ke pihak yang tidak hadir itu, tetapi hasil penjualannya yang diserahkan.
Dulyono mengakui, kasus-kasus di atas cukup banyak terjadi di Jatim. “Mereka menguasai tanah dan bangunan tapi tidak memiliki hak milik. Bila diajukan ketidakhadiran ke pengadilan, pastinya akan dilakukan pemeriksaan darimana mereka dapat menguasai aset tersebut,” ungkapnya lagi kepada Malang Post.
Biasanya, mereka menggunakan izin menempati dari dinas perumahan, yang juga dijadikan dasar untuk menguasai aset tersebut. Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Jatim, Krismono BC.IP.SH dalam sambutanya menyampaikan tugas BHP sangat berat karena  selain tugasnya sangat banyak, wilayah kerjanya juga sangat luas.
"Dimana tugas-tugas tersebut berkaitan dengan hak-hak keperdataan orang maupun badan yang sering timbul permasalahan hukum. Sehingga, seyogyanya ada semacam Direktur BHP dalam kementerian untuk menopang tugas-tugas BHP yang luar biasa beratnya. Terlebih jika tugas terkait kepailitan, BHP tidak terbatas pada wilayah teritoral Indonesia saja tetapi bisa menjamah ke mancanegara sesuai dengan ketentuan crossborder insolvenai," tegasnya.
"Masyarakat perlu tahu juga tugas dan fungsi BHP agar bila memiliki permasalahan-permasalahan tentang harta, dapat mengetahui kemana mereka harus mengurus prosesnya. Ke depan, kami juga akan mengusulkan agar di masing-masing provinsi, ada kantor BHP sendiri agar meringankan tugas BHP sendiri. Di Indonesia hanya ada lima kantor BHP,” tutup dia. (mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...