Operasi Patuh Amankan SIM Palsu


 
BLITAR - Operasi Patuh Semeru 2018 yang digelar Polres Blitar, Rabu (9/5) dikejutkan dengan keberadaan SIM palsu yang dibawa  Danang Hermawan, 25, warga Desa Panggungasri RT03 RW03 Kecamatan Panggungrejo, Blitar.
Ia tidak berkutik ketika polisi yang menggelar operasi di Jalan Raya Glondong, Kelurahan Satreyan, Kecamatan Kanigoro, Blitar mengajaknya ke  Mapolres Blitar. Pria ini diduga menggunakan SIM B1 palsu atau SIM untuk pengemudi truk. 
Kebetulan pada saat itu yang bersangkutan juga sedang mengendarai mobil pikap hitam, AG 9005 GE. Dugaan polisi pun menguat setelah SIM milik tersebut dicek di database SIM online. Di dalam data tersebut diketahui bahwa nomor yang tercantum di SIM tidak muncul. 
“Dari hasil pemeriksaan itu , kami amankan satu lembar SIM B.1 nomor 930421290077 atas nama Danang Hermawan. SIM B1 palsu itu tertulis dikeluarkan dari Polres Pangkalan Bun Kalteng,” jelas Kapolres Blitar, AKBP Anissullah M Ridha.
Belakangan setelah dilakukan pemeriksaan di Mapolres Blitar, Danang baru mengaku jika ia memang menggunakan SIM B1 palsu. Bahkan SIM itu telah dipergunakan selama 13 bulan belakangan.
SIM itu diperoleh saat masih bekerja sebagai sopir di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Salah seorang rekannya yang bernama Diki, 23, membantu mengurus SIM B1 palsu tersebut dengan meminta biaya pengurusan sebesar Rp 1,5 juta.
“Pengakuan tersangka, dia menerima SIM B1 itu di kantor CV LAM Kalimantan Tengah,” ungkap Anissullah.
Selain SIM B1, polisi juga mengamankan kendaraan yang dikemudikan Danang saat itu, mobil pikap, AG 9005 GE beserta STNK atas nama Sri Wulandari, warga Dusun Pule Utara RW05 RT02 Kecamatan Kandat, Kediri.
Kepada wartawan, Anisullah menjelaskan bila tersangka Danang terancam Pasal 263 ayat (2) KUHP tentang pemalsuan dokumen, dengan ancaman hukuman penjara maksimal enam tahun. (dk/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :