Hobi Mabuk dan Onar


 
USIA perkawinan Ronald dan Amel, hanya bertahan delapan tahun saja. Kini, rumah tangganya sedang di ujung tanduk perceraian. Amel, yang mengaku tidak tahan lagi hidup dengan Ronald, memilih mengajukan gugatan cerai.
Alasan gugatan cerai, karena selama ini Ronald tidak bertanggungjawab pada keluarga. Ronald jarang sekali memberi nafkah. Sebaliknya, malah hobi mabuk-mabukkan dan bermain judi. Di kampung, warga mengenalnya sebagai pria yang suka membuat onar karena suka mencuri.
“Gugatan cerai sudah kami masukkan ke Pengadilan Agama Kepanjen. Sekarang masih menunggu jadwal proses sidangnya saja,” ungkap Agus Salim Ghozali, SH, pengacara Amel. Ronald dan Amel ini, menikah pada tahun 2010 lalu. 
Dari pernikahannya itu, mereka memiliki seorang anak. Selama menikah, mereka tinggal di rumah orangtua Amel di Desa Jatikerto, Kromengan. Selama ini, Ronald bekerja serabutan. Namun jika tidak ada pekerjaan, ia justru menganggur di rumah. 
Meski penghasilan dari pekerjaannya tidak tetap, tetapi Ronald masih saja hobi mabuk-mabukkan dan berjudi. Ia juga beberapa ketahuan warga mencuri barang milik tetangganya. Mungkin karena malu dan sudah tidak kuat dengan perilaku suaminya, secara diam-diam, Amel pergi ke Kalimantan. 
Ia bekerja merawat seorang bayi pada sebuah keluarga. Alasan dia bekerja, untuk menghidupi dan membiayai anaknya. Sepulang dari Kalimantan, Amel yang mengharapkan suaminya berubah ternyata hanya impian.
Bukannya berubah, Ronald justru malah menjadi. Dari situlah, akhirnya Amel yang sudah tidak tahan lagi memilih untuk menceraikannya.
“Sebelum mengajukan gugatan cerai, Amel sudah berkonsultasi dengan keluarganya. Pihak keluarga mendukung, hingga akhirnya mengajukan gugatan cerai,” ujarnya. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :